Chairudin. DAMPAK NAUNGAN TERHADAP PERUBAHAN KARAKTER AGRONOMI DAN MORFO-FISIOLOGI TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX (L.)MERRILL). Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala, 2016

Abstrak

Chairudin. 1209200190003. dampak naungan terhadap perubahan karakter agronomi dan morfo-fisiologi tanaman kedelai (glycine max (l.) merrill). dibawah bimbingan efendi sebagai pembimbing utama dan sabaruddin zakaria sebagai pembimbing anggota. pemanfaatan lahan di bawah tegakan tanaman tahunan dan semusim sebagai tanaman sela atau tumpang sari merupakan salah satu pilihan untuk meningkatkan produksi kedelai melalui penambahan luas areal tanam. pada kondisi lahan tersebut terdapat berbagai kendala fisik yang akan menghambat pertumbuhan dan menurunkan tingkat produktivitas kedelai. kendala tersebut antara lain, tingkat intensitas cahaya yang rendah akibat naungan. oleh karena itu, tanaman kedelai yang akan dibudidayakan pada kondisi lahan tersebut harus memiliki sifat toleran terhadap intensitas cahaya rendah. informasi tentang perubahan karakter agronomi dan morfo-fisiologi tanaman kedelai untuk beradaptasi terhadap cekaman cahaya rendah sangat penting bagi program

Baca Juga : PENGARUH PEMUPUKAN NITROGEN DAN FOSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI, SERTA MUTU FISIOLOGI BENIH KEDELAI (GLYCINE MAX (L) MERILL.) (Cut Fitri, 2016) ,

Baca Juga : PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA VARIETAS KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERRIL) LOKAL ACEH PADA BEBERAPA TINGKAT NAUNGAN (MAULANA IKHSAN, 2016) ,

aan untuk memperbaiki sifat tanaman. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan karakter agronomi dan morfo-fisiologi tanaman kedelai akibat naungan. penelitian dilaksanakan di kebun percobaan fakultas pertanian, universitas teuku umar, meulaboh, dan laboratorium fisiologi tumbuhan fakultas pertanian, universitas syiah kuala banda aceh, dari bulan agustus sampai november 2013. penelitian ini menggunakan rancangan petak terpisah dengan tiga ulangan. perlakuan terdiri atas naungan dan varietas. perlakuan naungan terdiri atas tiga taraf yang meliputi tanpa naungan (kontrol), naungan 25% dan naungan 50% sebagai petak utama. sedangkan varietas ditempatkan sebagai anak petak yang terdiri atas enam varietas (anjasmoro, kipas merah bireun, grobogan, burangrang, sinabung, kaba). hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan mengakibatkan terjadinya perubahan karakter agronomi dalam bentuk peningkatan tinggi batang dan mempercepat umur berbunga tetapi menurunkan jumlah buku, jumlah daun trifoliat dan bobot brangkasan kering tanaman serta seluruh karakter produksi (jumlah biji berisi, berat biji kering dan indeks panen) kecuali bobot 100 biji. dari sisi morfo-fisiologi tanaman, naungan mengakibatkan terjadinya peningkatan luas daun trifoliat, luas daun spesifik, jumlah klorofil a dan klorofil b, tetapi menurunkan luas daun total serta tidak berpengaruh terhadap rasio klorofil a/b. varietas berpengaruh terhadap karakter agronomi dan morfo-fisiologi (tinggi batang, jumlah daun trifoliat, jumlah buku, umur berbunga, bobot brangkasan kering,luas daun trifoliat, luas daun total, dan jumlah klorofil a) kecuali jumlah klorofil b dan rasio klorofil a/b. sedangkan interaksi naungan dengan varietas mengakibatkan meningkatnya tinggi batang dan menurunnya jumlah daun trifoliat, jumlah buku, bobot brangkasan kering dan bobot biji kering serta tidak berpengaruh terhadap umur berbunga, bobot 100 biji dan karakter morfo-fisiologi tanaman (luas daun trifoliat, luas daun total, luas daun spesifik, jumlah klorofil a, jumlah klorofil b dan rasio klorofil

Tulisan yang relevan

PENGARUH VARIETAS DAN NAUNGAN TERHADAP IKLIM MIKRO, PERTUMBUHAN, DAN PRODUKSI KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERRIL) (Raisa Laura, 2013) ,

PENGARUH TINGKAT NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHANDAN HASIL DUA VARIETAS KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRIL)UNGGUL NASIONAL (MIA HERISVA, 2016) ,

PERUBAHAN MORFO-AGRONOMIS TANAMAN PADI (ORYZA SATIVA L.) PADA KONDISI KEKERINGAN (Risdayanti, 2016) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi