Rifky Trisnanda. STRATEGI PENETAPAN HARGA PENAWARAN OLEH KONTRAKTOR DI BANDA ACEH. Banda Aceh : Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, 2016

Abstrak

Banyak munculnya kontraktor-kontraktor baru serta terbatasnya jumlah proyek konstruksi yang ada maka persaingan antar kontraktor untuk mendapatkan proyek akan semakin ketat, oleh karena itu kontraktor dituntut dapat bersaing secara positif dalam industri jasa konstruksi agar tetap eksis dan berkembang. agar penetapan harga suatu proyek konstruksi dapat bersaing dengan harga-harga dari kontraktor yang lain perlu dilakukan penilaian khusus, sehingga kontraktor dapat memenangkan pelelangan suatu proyek konstruksi. tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana strategi penetapan harga penawaran oleh kontraktor, mengetahui faktor-faktor penting yang menjadi pertimbangan kontraktor untuk menetapkan harga penawaran, mengidentifikasi praktek-praktek yang dipakai untuk memutuskan mark up, dan mengetahui persentase besarnya mark up. instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini diadopsi dari hui (2012) dan kaming, peter. f., dkk (2014). pengumpulan data dilakukan dengan

Baca Juga : KAJIAN HUBUNGAN RASIO HARGA PENAWARAN DAN HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS) TERHADAP KINERJA WAKTU PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN PADA KABUPATEN ACEH BESAR (Alvisyahri, 2016) ,

Baca Juga : KAJIAN HUBUNGAN RASIO HARGA PENAWARAN DAN HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS) TERHADAP KINERJA WAKTU PENYELESAIAN PROYEK GEDUNG KOTA BANDA ACEH (Irzha Alvasha, 2016) ,

aran kuisioner. jumlah responden yang terkumpul sebanyak 38 perusahaan kontraktor dengan golongan badan usaha kelas menengah (m) di kota banda aceh yang mengerjakan dan melaksanakan proyek bangunan gedung dengan durasi 5 tahun pada rentang waktu (2009 2014). data sekunder diperoleh dari lembaga pengembangan jasa konstruksi (lpjk) yaitu data daftar nama kontraktor dengan golongan badan usaha kelas menengah (m) di kota banda aceh. data dianalisis secara deskriptif. hasil perhitungan diperoleh bahwa mayoritas responden menggunakan strategi penetapan harga penawaraan yang berdasarkan perkiraan biaya yang dibuat sendiri, kemudian mark up dibuat berdasarkan penilaian kondisi pasar dengan dibuat secara rinci dan disesuaikan untuk memenuhi target biaya. faktor-faktor penting yang menjadi pertimbangan kontraktor untuk menetapkan harga penawaran adalah ukuran proyek, lokasi proyek, tipe proyek, tingkat kesulitan suatu proyek, pengalaman pada proyek sebelumnya, keuntungan yang akan didapat, kondisi lapangan, kondisi pasar, situasi ekonomi, keuntungan pada proyek sebelumnya, dan ketersediaan tenaga ahli. praktek dalam memutuskan mark up, 47% responden memilih penilaian berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya. untuk persentase besarnya mark up 50% responden memilih antara 7,5-10,0% dari perkiraan total harga proyek. kata kunci: strategi, harga, biaya, mark up, kontraktor banda

Tulisan yang relevan

IDENTIFIKASI PENYEBAB GAGALNYA PENAWARAN KONTRAKTOR DI KABUPATEN ACEH BESAR (teuku syahrul rozi, 2019) ,

ANALISIS RISIKO PENAWARAN UNDERESTIMATE COST TERHADAP KUALITAS PROYEK KONSTRUKSI JALAN DI PROVINSI ACEH (Hamdani, 2016) ,

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR KEMAMPUAN PEMASARAN DAN PENAWARAN SEBAGAI KEUNGGULAN DAYA SAING KONTRAKTOR DI KOTA BANDA ACEH (TEUKU ANANDASYAH P, 2018) ,


Kembali ke halaman sebelumnya


Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi