PREVALENSI NEMATODA GASTROINTESTINAL PADA FESES GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS TEMMINCK, 1847) DOMESTIKASI DAN LIAR DI CRU SAMPOINIET KABUPATEN ACEH JAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PREVALENSI NEMATODA GASTROINTESTINAL PADA FESES GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS TEMMINCK, 1847) DOMESTIKASI DAN LIAR DI CRU SAMPOINIET KABUPATEN ACEH JAYA


Pengarang

AFIWIYUNA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Abdullah - 197402051999031004 - Dosen Pembimbing I
Iswadi - 197803082006041001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1706103010056

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Biologi (S1) / PDDIKTI : 84205

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas FKIP., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) salah satu anggota dari ordo proboscidea yang terancam kelestariannya. Ada 3 faktor utama penyebab penurunan populasi satwa liar, yaitu: kerusakan habitat akibat perambahan dan penebangan hutan, perburuan liar, dan penyakit yang belum banyak diketahui. Salah satu penyakit yang sering menyerang gajah yaitu penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit terutama nematoda gastrointestinal. Dampak nematoda gastrointestinal adalah terjadinya anemia, nafsu makan menurun, host akan mengalami penurunan berat badan secara drastis, morfologi host akan kusam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah dan jenis telur nematoda gastrointestinal pada feses Gajah Sumatera domestikasi dan liar di CRU Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini telah dilakukan di CRU Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya dan identifikasi dilakukan di Laboratorium Program Studi Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Syiah Kuala pada Bulan Juli-Agustus 2021. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode konsentrasi apung. Data di analisis dengan menggunakan rumus prevalensi dan Uji T. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan jumlah telur nematoda gastrointestinal pada feses Gajah Sumatera domestikasi dan feses Gajah Sumatera liar di CRU Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya dengan Thitung (1,436) < Ttabel (2,073) jika Thitung < Ttabel maka Ha ditolak dan H0 diterima. Adapun prevalensi nematoda gastrointestinal yaitu 33,2% dan 100%. Jenis nematoda gastrointestinal pada feses Gajah Sumatera domestikasi adalah Toxocara sp. dan Haemonchus contortus, sedangkan jenis nematoda gastrointestinal pada feses Gajah Sumatera liar adalah Haemonchus contortus, Necator Americanus, Trichuris ovis, Trichostrongylus, Uncinaria stenocephala.

The Sumatran elephant (Elephas maximus sumatranus) is a member of the order Proboscidea which is threatened with sustainability. There are 3 main factors causing the decline in wildlife populations, namely: habitat destruction due to forest encroachment and logging, illegal hunting, and unknown diseases. One of the diseases that often attack elephants is a disease caused by parasitic infections, especially gastrointestinal nematodes. The impact of gastrointestinal nematodes is the occurrence of anemia, decreased appetite, the host will experience a drastic weight loss, the morphology of the host will be dull. This study aimed to determine the difference in the number and types of gastrointestinal nematode eggs in the feces of domesticated and wild Sumatran elephants at CRU Sampoiniet, Aceh Jaya Regency. This research was conducted at CRU Sampoiniet Aceh Jaya Regency and identification was carried out at the Laboratory of the Biology Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Syiah Kuala University in July-August 2021. Data collection was carried out using the floating concentration method. The data were analyzed using the prevalence formula and T test. The results showed that there was no difference in the number of gastrointestinal nematode eggs in domesticated Sumatran elephant feces and wild Sumatran elephant feces at CRU Sampoiniet Aceh Jaya Regency with Tcount (1.436) < T table (2.073) if Tcount < T table then Ha is rejected and H0 is accepted. The prevalence of gastrointestinal nematodes were 33.2% and 100%, respectively. Types of gastrointestinal nematodes in the feces of domesticated Sumatran elephants are Toxocara sp. and Haemonchus contortus, while the types of gastrointestinal nematodes in the feces of wild Sumatran elephants were Haemonchus contortus, Necator Americanus, Trichuris ovis, Trichostrongylus, Uncinaria stenocephala.

Citation



    SERVICES DESK