Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   
Naila Evi Azahra, KEEFEKTIFAN CENDAWAN ENTOMOPATOGEN BEAUVERIA BASSIANA (BALS.) VUILL SEBAGAI BIOINSEKTISIDA TERHADAP HAMA CROCIDOLOMIA PAVONANA (F.) DILABORATORIUM. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021

Crocidolomia pavonana (f.) (lepidoptera: crambidae) adalah salah satu hama penting pada tanaman famili brassicaceae seperti kubis, brokoli, kol, bungan, sawi dan lobak. c. pavonana akan merusak seluruh bagian tanaman jika tidak dapat dikendalikan. penggunaan musuh alami merupakan salah satu cara alternatif dalam pengendalian hama seperti cendawan entomopatogen. salah satu jenis patogen yang sering terdapat di alam dan dapat digunakan untuk pengendalian serangga hama adalah cendawan beauveria bassiana (bals.) vuill. (deuteromycotina: hyphomycetes). tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerapatan konidia cendawan b. bassiana yang efektif terhadap perkembangan dan mortalitas larva c. pavonana. penelitian ini dilaksanakan di laboratorium dasar perlindungan tanaman jurusan proteksi tanaman, fakultas pertanian, universitas syiah kuala, yang berlangsung sejak bulan januari sampai september 2020. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola non faktorial dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan. peubah yang diamati adalah mortalitas larva, pupa yang terbentuk, imago c. pavonana yang muncul, masa inkubasi cendawan b. bassiana dan rata-rata waktu kematian c. pavonana. hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi cendawan b. bassiana terhadap larva c. pavonana berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas larva c. pavonana, pupa yang terbentuk, imago c. pavonana yang muncul, masa inkubasi b. bassiana dan rata-rata waktu kematian c. pavonana. persentase mortalitas tertinggi pada 6 hsa terdapat pada kerapatan konidia 108 sebesar 97,50% dan terendah pada perlakuan b0 sebesar 0,00%. persentase pupa yang terbentuk akibat aplikasi cendawan b. bassiana tertinggi terdapat pada perlakuan b0 yaitu mencapai 100,00% dan terendah pada 108 konidia/ml aquadest yaitu 0,00%. persentase imago c. pavonana yang muncul akibat aplikasi cendawan b. bassiana tertinggi terdapat pada perlakuan b0 yaitu mencapai 100,00% dan terendah pada 108 konidia/ml aquadest yaitu 0,00%. masa inkubasi tercepat pada kerapatan konidia 108 selama 3,50 hari. rata-rata waktu kematian c. pavonana tercepat terjadi pada perlakuan 102 selama 3,03 hari. dengan demikian hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi cendawan b. bassiana pada tingkat kerapatan konidia 108 lebih efektif dalam mengendalikan larva c. pavonana.



Abstract



    SERVICES DESK