Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
NADIA, PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN PAKAN (DEDAK PADI+DEDAK JAGUNG+BUNGKIL KEDELAI) FERMENTASI SEBAGAI SUBSTITUSI RANSUM KOMERSIL AYAM RAS PETELUR DENGAN BOBOT BADAN AWAL BERBEDA TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS AYAM PETELUR. Banda Aceh Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala,2017

Ringkasan kendala yang dihadapi dalam pengembangan ayam ras petelur adalah masih besarnya variasi bobot badan pullet sehinga mempengaruhi umur bertelur pertamanya. ayam-ayam berbobot badan lebih besar akan memasuki masa dewasa kelamin lebih awal daripada ayam berbobot badan lebih kecil. perbedaan perkembangan bobot badan akan mempengauhi perkembangan organ-organ reproduksi yang akhirnya dapat mempengaruhi produksi dan kualitas telur yang dihasilkan. kendala lainnya adalah harga ransum tergolong tinggi. salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan jumlah penggunaan bahan pakan murah seperti dedak padi dan dedak jagung. namun, kedua macam bahan pakan ini memiliki nilai gizi sangat rendah terutama tinggi serat kasar dan rendah protein. upaya untuk menurunkan kadar serat kasar bahan pakan dapat dilakukan dengan cara fermentasi. untuk melengkapi kemungkinan kekurangan zat-zat gizi lainnya di dalam dedak padi dan dedak jagung maka perlu ditambahkan bahan pakan berkualitas tinggi, misalnya bungkil kedelai. sampai sejauh mana pakan fermentasi yang terbuat dari campuran dedak padi, dedak jagung, dan bungkil kedelai dapat digunakan untuk mensubstitusi sebagian ransum komersil terhadap produksi dan kualitas telur ayam ras petelur maka perlu dilakukan penelitian. hal lain yang perlu dilihat adalah apakah ada perbedaan respon produksi dan kualitas telur antara ayam-ayam ras dengan bobot badan lebih besar dengan bobot badan yang lebih kecil dari penggunaan bahan pakan fermentasi. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan pakan fermentasi yang tersusun dari campuran dedak padi, dedak jagung, dan bungkil kedelai sebagai substitusi sebagian ransum komersil ayam ras petelur dengan bobot badan awal berbeda terhadap produksi dan kualitas telur. penelitian ini dilakukan di laboratorium lapangan peternakan (llp), program studi peternakan, fakultas pertanian, universitas syiah kuala dan laboratorium ilmu dan teknologi produksi ternak unggas, universitas syiah kuala tanggal 13 februari sampai dengan 14 april 2017. penelitian ini menggunakan 48 ekor ayam ras petelur (layer), strain isa brown, produksi pt charoen pokphand, medan. rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial (ral faktorial) pola 3x2. faktor a merupakan perlakuan pemberian bahan pakan fermentasi (dedak padi + dedak jagung + bungkil kedelai) sebagai substitusi ransum komersil sebanyak 0 (a1), 15 (a2), dan 30% (a3). faktor b merupakan perlakuan ukuran bobot badan awal ayam yang dibedakan ke dalam bobot badan awal sedang (b1) dan berat (b2). tiap kombinasi perlakuan terdiri dari empat ulangan yang merupakan unit percobaan yang masing-masing terdiri dari dua ekor ayam ras petelur. paramater yang diamati terdiri dari parameter penampilan produksi (hdp, berat telur, dan massa telur) dan kualitas telur (yolk index, yolk colour, albumen index, hu, dan ketebalan kerabang). data yang diperoleh dianalisis dengan analisys of variance (anova), jika diperoleh hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan (ott, 1993). hasil penelitian memperlihatkan penggunaan bahan pakan fermentasi yang tersusun dari campuran dedak padi, dedak jagung, bungkil kedelai sebagai substitusi sebagian ransum komersil pada ayam ras berbobot badan awal sedang dan berat tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap produksi telur (hdp), berat telur, dan massa telurnya. meskipun demikian, ayam-ayam yang diberikan ransum yang mengandung bahan pakan fermentasi (a2, a3) memperlihatkan rataan produksi telur dan massa telur sedikit lebih rendah daripada tanpa bahan pakan fermentasi (a1). ayam-ayam ras yang berbobot badan awal berat (b2) cenderung memiliki produksi telur, berat telur, dan massa telur lebih tinggi daripada ayam-ayam ras yang berbobot badan awal sedang (b1). hasil penelitian memperlihatkan penggunaan bahan pakan fermentasi yang tersusun dari campuran dedak padi, dedak jagung, bungkil kedelai sebagai substitusi sebagian ransum komersil (a2, a3) pada ayam ras berbobot badan awal sedang dan berat tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap kualitas telurnya. meskipun demikian, ayam-ayam dari perlakuan bahan pakan fermentasi (a2, a3) cenderung memiliki yolk indek, yolk colour, dan ketebalan kerabang lebih rendah, akan tetapi albumen index dan hu lebih tinggi daripada tanpa bahan pakan fermentasi (a1). tidak terlihat adanya hubungan yang nyata antara ukuran bobot badan awal ayam dengan warna kuning telurnya. ayam-ayam yang berbobot badan awal sedang (b1) maupun berat (b2) memiliki warna kuning telur yang tidak jauh berbeda. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan pakan fermentasi yang tersusun dari campuran dedak padi, dedak jagung, bungkil kedelai dapat digunakan sampai 30% untuk mensubsitusi ransum komersil selama bulan pertama periode produksi telur tanpa berpengaruh buruk terhadap produksi (hdp, berat telur, massa telur) dan kualitas telur (putih, kuning, dan kulit telur) yang berasal dari ayam ras, baik yang berukuran bobot badan awal sedang maupun berat.



Abstract



    SERVICES DESK