Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   
FITRI MARDIATI, PENGARUH VARIASI KEMASAN DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS NANAS TEROLAH MINIMAL. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016

Fitri mardiati, 1105106010006. pengaruh variasi kemasan dan suhu penyimpanan terhadap kualitas nanas terolah minimal. dibawah bimbingan ratna, s.tp,mt. sebagai pembimbing utama dan dr. rita khatir, s.tp, m. sc. sebagai pembimbing anggota ringkasan buah nanas adalah buah unik dengan struktur kulit bersisik yang tebal sehingga proses pengupasannya tidak mudah. namun demikian kandungan nutrisi buah ini sangat baik. buah nanas terolah minimal dalam keadaan segar mempunyai daya tahan yang singkat sehingga perlu dilakukan pengemasan dan penyimpanan pada suhu rendah (dingin) untuk memperpanjang umur simpan. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan dan suhu penyimpanan terhadap mutu buah nanas terolah minimal. penelitian menggunakan model randomized completely design atau rancangan acak lengkap ( ral) faktorial pola 3x2 dengan 2 faktor yang diuji yaitu 3 variasi kemasan plastik (k) (kemasan pp, hdpe, dan ldpe), dan 2 suhu (t) penyimpanan 15°c dan 10°c. dengan demikian terdapat 6 (kombinasi) perlakuan, dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat 18 satuan percobaan. adapun analisis yang dilakukan meliputi umur simpan buah nanas terolah, uji total padatan terlarut buah nanas terolah minimal, uji kekerasan buah nanas terolah minimal, uji vitamin c buah nanas terolah minimal dan kelembaban relatif (rh) lemari pendingin. hasil penelitian menunjukkan bahwa umur simpan buah nanas terolah minimal pada semua perlakuan adalah 8 hari. berdasarkan analisis sidik ragam pada hari ke-12 total padatan terlarut buah nanas terolah minimal dipengaruhi oleh perlakuan variasi kemasan suhu penyimpanan, dimana nilai total padatan terlarut buah nanas terolah minimal pada kemasan plastik ldpe (15,81%/brix) dan plastik hdpe (14,01%/brix) lebih besar nilainya dari kemasan plastik pp (9,45%/brix) dan total padatan terlarut buah nanas pada suhu 10?c ( 15,54 %brix) lebih besar dari total padatan terlarut buah nanas terolah minimal pada suhu 15?c (10,64 %brix). selanjutnya analisis sidik ragam pada hari ke-12 menunjukkan bahwa kekerasan dan vitamin c buah nanas terolah minimal tidak dipengaruh i oleh perlakuan variasi kemasan suhu penyimpanan, dan interaksi keduanya. adapun rata-rata nilai kelembaban relatif (rh) lemari pendingin pada suhu 15°c (42,3%) lebih besar dari nilai rata-rata kelembaban relatif (rh) lemari pendingin pada suhu 10°c (39,2%)



Abstract



    SERVICES DESK