Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

   
NURUL FAJRI, PERAN IMUM MUKIM DALAM PENYELESAIAN KONFLIK PERBATASAN (STUDI KASUS KONFLIK PERBATASAN ANTARA GAMPONG SIGLENG DENGAN GAMPONG KUTA BARO KECAMATAN TRUMON DAN GAMPONG LADANG RIMBA KECAMATAN TRUMON TENGAH KABUPATEN ACEH SELATAN). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2015

Abstrak nurul fajri, 2015 peran imum mukim dalam penyelesaian konflik perbatasan (studi kasus konflik perbatasan antara gampong sigleng dengan gampong kuta baro kecamatan trumon dan gampong ladang rimba kecamatan trumon tengah kabupaten aceh selatan). fakultas ilmu sosial dan ilmu politik universitas syiah kuala (prof. dr. adwani, sh, m.hum dan radhi darmansyah, m.sc) tugas dan kewajiban imum mukim di kabupaten aceh selatan telah diatur dalam undang-undang dan qanun pemerintahan mukim di kabupaten aceh selatan. terkait dengan hal itu, maka terdapat peran imum mukim dalam penyelesaian konflik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. tugas dan kewajiban imum mukim belum terlihat dalam penyelesaian konflik perbatasan antar gampong di kecamatan trumon kabupaten aceh selatan, khususnya di gampong sigleng, kuta baro, dan ladang rimba, yang tapal batas gampongnya tidak jelas. namun selama ini imum mukim hanya berperan dalam masalah adat istiadat yang terjadi di dalam gampong. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran imum mukim dalam penyelesaian konflik perbatasan antara gampong sigleng dengan gampong kuta baro kecamatan trumon dan gampong ladang rimba kecamatan trumon tengah kabupaten aceh selatan serta mengetahui kendala-kendala yang dihadapi imum mukim dalam penyelesaian konflik perbatasan antara gampong sigleng dengan kuta baro kecamatan trumon dan gampong ladang rimba kecamatan trumon tengah kabupaten aceh selatan. data yang diperoleh dalam penelitian ini melalui penelitian lapangan dan kepustakaan. penelitian lapangan dilakukan dengan teknik wawancara bersama informan dan juga dokumen-dokumen penting dari kantor kecamatan setempat. sedangkan penelitian kepustakaan diperoleh dengan cara membaca buku teks, peraturan perundang-undangan, qanun, jurnal, dan bahan-bahan bacaan lain yang berkaitan dengan penelitian ini. hasil penelitian menunjukkan bahwa peran imum mukim dalam upaya penyelesaian konflik ini masih belum berperan maksimal dimana tidak adanya langkah-langkah kongkrit atau upaya dalam menyelesaikan konflik perbatasan tersebut. selama ini yang hanya dilakukan adalah musyawarah ditingkat gampong dan terlihat seperti tidak ada konsep yang serius dalam upaya penyelesian konflik tersebut. kendala yang dihadapi oleh mukim dalam penyelesaian konflik perbatasan adalah tidak adanya data yang valid secara tertulis tentang gampong terutama yang berkaitan dengan syarat administrasi gampong serta tidak adanya partisipasi masyarakat secara maksimal dalam berbagai musyawarah gampong untuk menyelesaikan sengketa ini. hendaknya ada langkah-langkah kongkrit dan adanya data yang valid untuk menyelesaikan konflik perbatasan ini dari perangkat gampong. kata kunci : peran, imum mukim, konflik perbatasan



Abstract



    SERVICES DESK