//

PENGARUH SUBSTITUSI STYROFOAM PADA PENGUJIAN MARSHALL & ASPHALT FLOW DOWN TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PORUS

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Nur Fazillah - Personal Name
SubjectASPHALT-MATERIAL SCIENCE
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Teknik
Tahun Terbit 2014

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Aspal modifikasi polimer adalah aspal yang dibuat dengan mencampur aspal keras dengan suatu bahan tambah. Penambahan ini dimaksudkan untuk memperbaiki sifat-sifat fisis aspal seperti penetrasi, kekentalan, dan titik lembek. Salah satu alternatif bahan tambah untuk aspal modifikasi adalah dengan pemanfaatan bahan–bahan yang dapat dijadikan sebagai bahan tambah, diantaranya adalah dengan pemanfaatan material sisa/limbah seperti styrofoam. Penggunaan styrofoam ke dalam aspal diperkirakan akan memperbaiki sifat-sifat teknis suatu campuran, seperti Voix In Mix (VIM) pada parameter Marshall, karena styrofoam mengandung polistirena, oleh sebab itu styrofoam tersebut disubstitusikan ke dalam campuran aspal porus. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh penggunaan styrofoam sebagai bahan substitusi kedalam aspal penetrasi 60/70 pada pengujian Marshall dan asphalt flow down terhadap karakteristik campuran aspal porus untuk penentuan kadar aspal optimum. Material yang digunakan adalah aspal penetrasi 60/70, agregat batu pecah, styrofoam, dan filler (semen Portland). Pembuatan benda uji untuk penentuan kadar aspal optimum (KAO) menggunakan metode Australian Asphalt Pavement Association 1997, dengan parameter nilai cantabro loss (CL), nilai asphalt flow down (AFD) dan voids in mix (VIM). Setelah KAO diperoleh, dibuat benda uji pada KAO dan ± 0,5% dari nilai KAO dengan variasi penggunaan Styrofoam 5%, 7% dan 9%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi KAO 5,76% dan aspal terbaik pada 6,26% dengan substitusi styrofoam 9%. Nilai stabilitas yang didapat pada kadar aspal terbaik sebesar 495,92 kg. Untuk karakteristik nilai Marshall quotient diperoleh berkisar antara 71,96 kg/mm –169,05 kg/mm, kadar rongga dalam campuran (VIM) diperoleh berkisar antara 10,06% - 13,85%, nilai flow diperoleh berkisar antara 3,1mm – 4,0mm, nilai Cantabro Loss pada kadar aspal terbaik yaitu sebesar 15,27%, dan nilai Asphalt Flow Down pada kadar aspal terbaik diperoleh sebesar 0,23%. Kata Kunci : Styrofoam, metode AAPA, Campuran Aspal Porus

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PORUS DENGAN BUTON GRANULAR ASPHALT SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DAN STYROFOAM SUBSTITUSI ASPAL PEN 60/70 (FEBBY SALSHA NABILLA, 2018)

PENGARUH SUBSTITUSI STYROFOAM KE DALAM ASPAL PENETRASI 60/70 PADA PENGUJIAN MARSHALL DAN CATABRO LOSS TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PORUS (Rida Febriana, 2014)

PENGARUH PENGGUNAAN WETFIX-BE SEBAGAI ZAT ADITIF TERHADAP PERMEABILITAS PADA ASPAL PORUS (Ulyatun Nisak, 2016)

PENGARUH SUBSTITUSI STYROFOAM KE DALAM ASPAL PENETRASI 60/70 TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PORUS (Hesty Aquina, 2014)

DURABILITAS CAMPURAN ASPAL PORUS DENGAN BUTON GRANULAR ASPHALT SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DAN STYROFOAM SUBSTITUSI ASPAL PEN 60/70 (NABIILAH HANIIFAH, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy