//

MODEL PEMILIHAN RUTE DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBEBANAN BERTAHAP PADA JALAN COT IRIE - LAMNYONG - DARUSSALAM

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Yudhi Riszki - Personal Name
SubjectSURVEYING AND DESIGN - ROEDS ENGINEERING
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Teknik
Tahun Terbit 2014

Abstrak/Catatan

Kopelma Darussalam merupakan kawasan pendidikan bagi masyarakat Aceh yang terletak di Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Pengguna jalan dari Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar menuju Kopelma Darussalam memiliki dua alternatif rute, yaitu Jalan Cot Irie – Lamnyong – Darussalam (Rute A) dan Jalan Cot Irie – Limpok – Darussalam (Rute B). Karateristik jalan pada kedua rute ini yaitu Rute A memiliki kondisi jalan yang baik dan rute B memiliki kondisi jalan yang kurang baik, untuk kondisi sekarang ini ruas jalan pada rute B yang belum dilakukan peningkatan jalan masih menyisakan 200 meter lagi. Pada pagi, siang dan sore hari, ruas jalan pada Rute A sering mengalami kemacetan, terutama pada ruas Jalan Lamnyong – Darussalam yang diperparah oleh geometri jalan yang menyerupai bottle neck (menyempit) pada tikungan sebelum menaiki Jembatan Lamnyong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi keseimbangan jaringan jalan dengan membuat model pemilihan rute menggunakan metode pembebanan secara bertahap pada kedua rute. Metode yang digunakan yaitu perhitungan volume lalu lintas, waktu tempuh rata – rata kendaraan, kapasitas, model hubungan biaya dan arus, karakteristik responden pengguna jalan terhadap kedua rute tersebut dengan penyebaran kuesioner, dan metode pembebanan bertahap. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, volume lalu lintas yang tertinggi adalah hari Rabu pukul 07.00 – 08.00. Dengan menggunakan metode analisis regresi linear, diperoleh hubungan biaya dan arus pada masing-masing rute yaitu YA = 8.111+ 0,0072X dan YB = 10,867+ 0,0013X, dengan koefisien determinasi (R2) pada Rute A dan Rute B masing-masing adalah 0,04 dan 0,01. Persentase kemampuan responden yang mau beralih ke rute B yaitu sebesar 55%, dan yang tidak mau beralih sebesar 45%. Pembebanan pada kedua rute dilakukan dengan fraksi seragam sebesar 70% (yang mau beralih 55% ditambah jumlah volume total kondisi eksisting pada rute B yaitu 169 smp/jam), 25%, 10%, 5%, 2% dan 1%. Hasil akhir yang diperoleh adalah pembebanan dengan fraksi seragam 1% yang dapat mencapai kondisi keseimbangan Wardrop. Analisis data tersebut, bahwa kondisi keseimbangan pada jaringan jalan Rute A adalah 82,42% kendaraan dan 17,58% kendaraan menggunakan Rute B. Biaya perjalanan yang diperlukan pada kondisi keseimbangan adalah 10,913 hingga 10,978 menit (11 menit).

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN DAN WAKTU PERJALANAN(STUDI KASUS : PENUTUPAN MEDIAN BUNDARAN LAMNYONG DAN PEMILIHAN RUTE MELALUI JALAN INOENG BALE DARUSSALAM) (M. Yasir Arafat, 2014)

STUDI KELAYAKAN EKONOMI TERHADAP PEMBANGUNAN UNDERPASS SP. LAMNYONG - LAMREUNG KOTA BANDA ACEH (SYAMSUL RIZAL, 2019)

PENERAPAN VALUE ENGINEERINGRNRNPADA PEKERJAAN BANGU NAN BAWAHRNRNPENGGANDAAN JEMBATAN LAMNYONG BANDA ACEH (JOHNNERI FERDIAN, 2015)

PEMILIHAN RUTE TEPENDEK JARINGAN JALAN MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA DJIKSTRA (STUDI KASUS PADA MESJID RAYA (JALAN CHIK PANTE KULU)-GAPURA KOPELMA DARUSSALAM (JALAN T. NYAK ARIEF), BANDA ACEH) (Rizka Novrisa, 2013)

PENAKSIRAN NILAI WAKTU PERJALANAN PENGGUNA BUS ANTAR KOTA (RUTE BANDA ACEH - MEDAN) (Fatmawati, 2013)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy