//

STUDI LAJU KOROSI ATMOSFERIK BAJA KONSTRUKSI DI LINGKUNGAN PABRIK KELAPA SAWIT (PKS) PTPN-I TANJUNG SEUMANTOH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang RIZQI AULIA - Personal Name
SubjectSTEAM ENGINEERING
Bahasa Indonesia
Fakultas FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Tahun Terbit 2019

Abstrak/Catatan

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki andil yang signifikan bagi perekonomian Indonesia. Indonesia saat ini merupakan negara penghasil Crude palm oil terbesar di dunia. Provinsi Aceh kususnya, luas areal perkebunannya mencapai 26.660 ha dan merupakan berada diposisi kesembilan luas perkebunan sawit tingkat nasional pada tahun 2014. Material konstruksi yang paling populer saat ini adalah baja, akan tetapi baja merupakan salah satu material logam yang dapat mengalami korosi, penggunaan baja sangat berkaitan dengan industri, adanya aktifitas industri mengeluarkan emisi udara mempengaruhi atmosfer di lingkungan sekitar industri mengakibatkan laju korosi pada lingkungan industri berbeda dari atmosfer ditempat lain. Salah satu metode untuk melihat korosi akibat eksposur dengan lingkungan adalah dengan melihat laju korosi. Penelitian ini bertujuan untuk investigasi laju korosi atmosferik lima bentuk baja konstruksi di lingkungan pabrik kelapa sawit (PKS) PTPN-I Tanjung Seumantoh, Aceh Tamiang. Spesimen yang digunakan yaitu baja strip, baja siku, baja plat, baja silinder dan baja karbon rendah. Ukuran dan dimensi spesimen uji berdasarkan pada standar ASTM G-50. Peralatan yang di gunakan pada penelitian ini berupa rak spesimen, alat pembersih spesimen berbentuk sikat kawat kuningan (brass wire) dan timbangan digital Ohaus Silver. Pengambilan data dilakukan setiap 1 (satu) bulan dengan waktu eksposur selama 6 (enam) bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju korosi atmosferik yang terjadi pada 5 (lima) bentuk baja konstruksi yaitu, pada baja strip (8,34 – 11,96) µm/year, baja siku (2,56 – 5,91) µm/year, baja silinder (11,71 – 16,72) µm/year, baja plat (6,01 – 7,75) µm/year, dan baja karbon rendah (5,04 – 5,65) µm/year. Dari data penelitian yang didapat tingkat korosivitas udara berada dalam kategori sedang (C3) hingga tinggi (C4) berdasarkan korosivitas lingkungan udara standar ISO 9223. Oleh karena itu pemakaian 5 (lima) bentuk baja konstruksi tersebut perlu dilakukanya maintenance atau perbaikan selama waktu tertentuk untuk melindungi baja dari serangan korosi atmosferik.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENYUSUNAN PETA LAJU KOROSI ATMOSFERIK BAJA KONTRUKSI KAWASAN BANDA ACEH DAN ACEH BESAR MENGGUNAKAN METODE INTERPOLASI KRIGING (SAIFUL BACHRI SIREGAR, 2015)

STATUS FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) PADA BERBAGAI SISTEM PENGELOLAAN DAN UMUR TANAMAN KELAPA SAWIT (rossy armayani arman, 2015)

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KELAPA SAWIT DI ACEH TIMUR (STUDI KASUS PADA PTPN I KEBUN BARU) (Muhammad Ryan Firdha, 2015)

ANALISIS FINANSIAL TANAMAN KELAPA SAWIT KONVERSI MENJADI TANAMAN KARET PADA KEBUN KARANG INONG KERJASAMA OPERASI PTPN-I DAN PTPN-III KECAMATAN RANTO PEUREULAK, KABUPATEN ACEH TIMUR (MUHAMMAD SYAFRI AL HAYAT, 2016)

STUDI PERKEMBANGAN PRODUK KOROSI ATMOSFERIK PADA BAJA KARBON MEDIUM AKIBAT PEMAPARAN DI LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK UNSYIAH (WILLYO, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy