//

PENGARUH CAIRAN PENDINGIN TERHADAP KEAUSAN MATA PAHAT INSERT KARBIDA PADA PROSES FACE MILLING

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang ARYA RUDI NASUTION - Personal Name

Abstrak/Catatan

Abstrak Pemesinan pada logam merupakan salah satu proses pembentukan logam yang umum digunakan dalam bidang engineering manufaktur. Diperkirakan sekitar 60% sampai dengan 80% dari seluruh proses pembuatan komponen mesin dilakukan dengan proses pemesinan. Proses pemesinan logam tidak dapat dipisahkan terhadap penggunaan mata pahat. Mesin freis salah satu mesin perkakas yang mampu melakukan banyak pengerjaan pemesinan dibandingkan dengan mesin perkakas lainnya, salah satu bagian yang paling dipengaruhi adalah mata pahat. Dalam proses pemesinan mata pahat akan mengalami keausan, keausan mata pahat dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain kedalaman potong, gaya potong dan coolant. Proses pemesinan tidak terlepas dengan cairan pendingin (coolant). Maka didalam penelitian ini akan digunakan tiga jenis cairan coolant yang dapat terurai dan tidak mengakibatkan dampak pada lingkungan, yaitu minyak kelapa sawit, minyak kelapa dan minyak kimia dromus. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk dapat mengetahui seberapa besar pengaruh cairan coolant terhadap keausan mata pahat insert karbida didalam proses milling, dengan variasi putaran spindle 360 – 490 (rpm), gerak makan (f) 60mm/menit, 70mm/menit dan 80mm/menit dan bertujuan untuk mengetahui jenis keausan yang terjadi pada proses pemesinan milling permukaan (face milling) dan mengetahui nilai kekasaran permukaan material benda kerja. Material kerja yang digunakan adalah gray cast iron. Metode pengukuran keausan mata pahat dengan cara mengamati luas area yang hilang dengan menggunakan mikroskop dan selanjutnya menjumlahkan nilai luas area yang hilang pada mata pahat. Sedangkan pengukuran kekasaran permukaan benda kerja menggunakan alat SURFTEST dan melihat hasil kekasaran rata – rata pada material benda kerja. Hasil penelitian keausan pada putaran rendah adalah minyak coolant dromus dengan kecepatan spindle 360 rpm sebesar 0,06 mm2. Sedangkan pada kecepatan spindle tinggi minyak coolant yang mampu mengurangi keausan menggunakan minyak coolant kelapa kecepatan spindle 490 rpm sebesar 0,04 mm2. Jenis keausan pahat yang terjadi pada pahat adalah jenis keausan tepi dan keausan kawah. Kekasaran yang terendah terjadi menggunakan minyak coolant dromus pada putaran 360 rpm mencapai Ra 0,6 µm dan pada putaran 490 rpm mencapai Ra 0,3 µm. Kata kunci : insert karbida, coolant, keausan, kekasaran permukaan.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH KONDISI CAIRAN PENDINGIN TERHADAP KEAUSAN CUTTER END MILL HSS PADA PROSES PEMESINAN BAJA KARBON SEDANG (rifqi fadli azhar hasibuan, 2014)

ANALISA KEAUSAN TEPI PAHAT POTONG HSS-CO5 END MILL VARIASI KEDALAMAN POTONG DENGAN MATERIAL BAJA KARBON SEDANG (anang zazu setyas, 2015)

EFEK PENDINGIN TERHADAP RAMBATAN PANAS PADA PAHAT DAN BENDA UJI HASIL PEMBUBUTAN (muharli, 2014)

ANALISA KEAUSAN TEPI PAHAT POTONG FLATTENED END MILL COATED CARBIDES DENGAN VARIASI KECEPATAN POTONG MENGGUNAKAN BENDA KERJA BAJA KARBON SEDANG (Ari Ramadhan, 2015)

PENGARUH KEAUSAN MATA PAHAT TERHADAP GETARAN PADA MESIN BUBUT KNUTH COMPASS 250/1000B (amar zainun irawan, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy