//

KAJI PERILAKU PEMBAKARAN CAMPURAN AMPAS KEDELAI-BATUBARA SEBAGAI BAHAN BAKAR BIO-BRIKET PADA DAPUR INDUSTRI RUMAH TANGGA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Muharram - Personal Name

Abstrak/Catatan

Industri merupakan salah satu penghasil limbah atau sisa buangan hasil dari suatu kegiatan produksi, salah satunya adalah industri tahu dan tempe. Limbah industri rumah tangga ini sering dibuang begitu saja, limbah yang terbuang antara lain berupa kulit dari kacang kedelai atau sering juga di sebut kulit ari kedelai. Akan tetapi limbah biomassa ini masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar biomassa, dimana limbah tersebut masih mengandung unsur senyawa carbon (C) dan beberapa kandungan unsur lainnya. Biomassa merupakan bahan bakar berasal dari bahan organik yang ketersediaannya sagat melimpah serta dapat diperbaharui. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian perilaku pembakaran campuran ampas kedelai-batubara sebagai bahan bakar bio-briket pada dapur industri rumah tangga. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui efek penurunan massa terhadap variasi ampas kedelai, efek laju pembakaran terhadap variasi ampas kedelai dan mengetahui efek variasi ampas kedelai terhadap temperatur api. Kajian perilaku pembakaran campuran ampas kedelai-batubara sebagai bahan bakar bio-briket pada dapur industri rumah tangga dapat disimpulkan bahwa terdapat efek penurunana massa terhadap variasi ampas kedelai. Dimana semakin banyak komposisi ampas kedelai maka semakin cepat terjadinya penurunan massa. Hal ini disebabkan oleh pengaruh nilai zat terbang (VM) pada ampas kedelai lebih tinggi dibandingkan dengan batubara yaitu sebesar 80.01% pada ampas kedelai dan 46.00% pada batubara. Semakin besar kandungan ampas kedelai dalam bio-briket, semakin rendah fraksi yang tak terbakar. Ini disebabkan oleh pengaruh dari nilai karbon tetap (FC) dari ampas kedelai yang rendah dibandingkan dengan nilai karbon tetap (FC) pada batubara yaitu sebesar 13,8% pada ampas kedelai dan 42,77 pada batubara. Pencapain temperatur api tertinggi diperoleh pada campuran ampas kedelai 50% dengan komposisi 50%:40%:10% yaitu sebesar 711 C, dan temperatur api terendah ditunjukkan oleh pembakaran dengan campuran ampas kedelai 10% dengan komposisi 10%:80%:10% yaitu sebesar 445 C.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

KAJI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK DEGRADASI BRIKET BIJIH BESI CAMPURAN BATUBARA MUDA (Muhammad Afif, 2016)

KAJI EKSPERIMENTAL DEGRADASI BRIKET KOKAS BERBASIS PEREKAT MATERIAL TERBARUKAN ( RENEWABLE MATERIAL ) (SAMSUL BAHRI, 2015)

KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH PERBANDINGAN OKSIGEN-BAHAN BAKAR TERHADAP KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BERBAHAN BAKAR LPG (LIQUIFIED PETROLEUM GAS) (MAIMUN, 2016)

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN DAPUR PELEBURAN LOGAM ALUMUNIUM DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN BAHAN BAKAR GAS ( LPG ) (azwani, 2013)

KAJI EKSPERIMENTAL KEKUATANBRIKET HASIL REDUKSI BIJIH BESI DENGAN BATUBARA MUDA MENGGUNAKAN METODE HOT BRIQUETTED IRON (HBI) (ANDRE ADHITYA, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy