//

TINDAK PIDANA PENGHINAAN TERHADAP APARAT PENEGAK HUKUM (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Reza Riski Maulana - Personal Name
Fakultas Fakultas Hukum
Tahun Terbit 2019

Abstrak/Catatan

Reza Rizki Maulana 2019 ABSTRAK Tindak Pidana Penghinaan Terhadap Aparat Penegak Hukum Nurhafifah, S.H., M.Hum Pasal 207 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menyebutkan bahwa “barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah”, akan tetapi masih terdapat kasus tindak pidana penghinaan terhadap aparatur negara yang terjadi di Kota Banda Aceh. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan faktor pelaku melakukan tindak pidana penghinaan terhadap aparat penegak hukum, serta menjelaskan upaya penanggulangan yang dilakukan Kepolisian terhadap pelaku penghinaan terhadap aparat penegak hukum. Metode yang dilakukan menggunakan penelitian kepustakaan dan lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku-buku teks, peraturan perundang-undangan. Penelitian lapangan dilakukan dengan cara mewawancarai responden dan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor pelaku melakukan tindak pidana penghinaan terhadap aparat penegak hukum adalah Faktor kurangnya kontrol sosial, faktor emosional pelaku dan faktor kejiwaan dikarenakan sakit hati sehingga daya emosional yang tinggi dalam diri pelaku dan rendahnya mental pelaku yang menyebabkan pelaku melakukan kejahatan ujaran kebencian khususnya penghinaan. Upaya penanggulangan yang dilakukan kepolisian terhadap pelaku penghinaan terhadap aparat penegak hukum adalah menanamkan nilai-nilai/norma-norma yang baik sehingga norma-norma tersebut terinternalisasi dalam diri seseorang, meskipun ada kesempatan untuk melakukan palanggaran/kejahatan tapi tidak ada niatnya untuk melakukan hal tersebut maka tidak akan terjadi kejahatan, jadi dalam usaha pre-emtif faktor niat hilang meskipun ada kesempatan. Disarankan dalam hal ini masyarakat harus lebih bijak dalam menanggapi teguran yang diberikan dalam hal untuk kebaikan serta melakukan sosialisasi secara continue atau terus menerus mengenai anjuran mengenai larangan untuk menghina aparatur negara sehingga masyarakat bisa lebih menahan lisannya agar tidak melakukan penghinaan terhadap aparatur negara i

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI CALANG) (ARINA MAWARDI, 2019)

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PERAMPOKAN DENGAN PENCABULAN (SUATU PENELITIAN DI POLRESTA BANDA ACEH) (Rama Syahfitri, 2018)

TINDAK PIDANA PENCURIAN KABEL EMNARA TELEKOMUNIKASI (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI LHOKSEUMAWE) (MUCHLIS SUDDIN, 2018)

UPAYA PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PERJUDIAN DALAM TRADISI PACUAN KUDA (PACU KUDE) DI ACEH TENGAH (Junisa Whusta, 2016)

PELAKSANAAN LEMBAGA PRAPERADILAN DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH) (MAYZSAZSA DWI LESTARI, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy