//

STUDI PERAN WADUK KEUREUTO DALAM MEREDUKSI BANJIR SEBELUM DAN SESUDAH KONSERVASI DAS

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Alfi Syahendra - Personal Name
Fakultas Fakultas Pascasarjana
Tahun Terbit 2019

Abstrak/Catatan

STUDI PERAN WADUK KEUREUTO DALAM MEREDUKSI BANJIR SEBELUM DAN SESUDAH KONSERVASI DAS Oleh : Alfi Syahendra Ismail NIM. 1309200060024 Komisi Pembimbing : 1. Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC 2. Dr. Azmeri, S.T., M.T ABSTRAK Waduk merupakan suatu konstruksi tampungan air yang digunakan untuk menyimpan air sungai yang dipakai untuk berbagai kebutuhan pada masa-masa tertentu. Waduk Keureuto dibangun dengan tujuan salah satunya untuk mereduksi banjir pada kota Lhoksukon yang sering mengalami kebanjiran setiap tahun, namun karena fungsinya hanya untuk mereduksi banjir tentu masih ada pertimbangan debit banjir yang belum dapat ditampung oleh suatu sungai yang terdapat pada DAS Keureuto. Dari kondisi tersebut di atas maka perlu dilakukan studi untuk menambah upaya penanggulangan banjir pada kota Lhoksukon. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi nyata tutupan lahan saat ini pada DAS Keureuto, dan untuk mengetahui upaya paling efektif untuk mengurangi limpasan air permukaan yang dapat diaplikasikan pada DAS Keureuto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang meliputi beberapa metode seperti Alternating Block Method (ABM), metode Hidrograf Satuan Sintetis (HSS) Nakayasu, dan metode Level Pool Routing (Penelusuran Kolam Datar). Berdasarkan peta tata guna lahan dari penelitian terdahulu, dihitung koefisien aliran pada kondisi eksisting DAS adalah sebesar 0,587. Dari kondisi tersebut didapat curah hujan efektif yang mungkin terjadi pada periode ulang 1000 tahun sebesar 179,951 mm. Dari hasil analisis debit banjir rencana didapat Qinflow sebesar 1881,12 m3/dt, dan dari hasil analisis penelusuran banjir Qoutflow didapat sebesar 655,54 m3/dt. Setelah dilakukan konservasi didapat penurunan koefisien aliran menjadi sebesar 0,466. Berdasarkan konservasi tersebut, didapat curah hujan efektif yang mungkin terjadi pada periode ulang 1000 tahun sebesar 142,820 mm. Kemudian hasil analisis debit banjir rencana didapat Qinflow sebesar 1492,96 m3/dt, dan dari hasil analisis penelusuran banjir didapat Qoutflow sebesar 494,58 m3/dt. Berdasarkan hasil penelitian ini, konservasi DAS dapat memperkecil koefisien aliran sehingga dapat menambah upaya reduksi limpasan air permukaan DAS Keureuto. Kata Kunci : reduksi banjir, tutupan lahan, limpasan air permukaan, koefisien pengaliran. STUDY OF THE KEUREUTO RESERVOIR ROLE TO REDUCE FLOOD BEFORE AND AFTER CATCHMENT AREA CONSERVATION By : Alfi Syahendra Ismail NIM. 1309200060024 Advisory Committee : 1. Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC 2. Dr. Azmeri, S.T., M.T ABSTRACT Reservoir is a construction of water storage that is used to store river water that will be used for various needs at certain times. The Keureuto reservoir was built to reduce flood in the Lhoksukon city which often flooded each year. Because its function is only to reduce flood, it would be there a consideration of flood discharge that cannot be accommodated by a river in the Keureuto catchment area. From the above conditions, it is necessary to conduct a study to increase flood mitigation efforts in the Lhoksukon city. The purpose of this study are to determine the real condition of the current land cover in the Keureuto catchment area, and to determine the most effective efforts to reduce surface water runoff that can be applied to the Keureuto catchment area. The method used in this study is experimental method which includes some methods such as Alternating Block Method (ABM), Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph method, and Level Pool Routing method. Based on the land use map from the previous study, the runoff coefficient on the catchment area existing condition was calculated as 0.587. From this condition, the effective rainfall that might occur in 1000 year return period is 179.951 mm. From the analysis of estimated flood discharge, the Qinflow was obtained of 1881.12 m3/s; and from the analysis of flood routing, the Qoutflow was obtained as 655.54 m3/sec. After conservation, the runoff coefficient was decreased became 0.466. Base on the conservation, the effective rainfall that might occur in 1000 year return period is 142.820 mm. Then, the Qinflow was became 1492.96 m3/s and the Qoutflow was became 494.58 m3/sec. Based on the results of this study, the catchment area conservation can reduce the runoff coefficient so that it can increase efforts to reduce Keureuto catchment area water surface runoff. Keywords : flood reduction, land cover, surface water runoff, runoff coefficient

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

WADUK KEULILING DAN PERUBAHAN MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT (STUDI KASUS DI GAMPONG BAK SUKON KECAMATAN KUTA COT GLIE KABUPATEN ACEH BESAR) (SAFIRA FULKIA, 2018)

PENGARUH PEMBUATAN WADUK RUKOH DAN WADUK TIRO TERHADAP PENURUNAN MUKA AIR BANJIR SUNGAI KRUENG TIRO KABUPATEN PIDIE (edi subroto, 2016)

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONSERVASI HUTAN MANGGROVE DAN BENCANA DI DESA LEUGE KABUPATEN ACEH TIMUR (Muhammad Fajrianda, 2018)

DAMPAK KEBERADAAN WADUK KELILING TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI DI KECAMATAN KUTA COT GLIE KABUPATEN ACER BESAR(STUDI KASUS DI DESA BAK SUKON DAN LAM LEUOT KECAMATAN KUTA COT GLIE) (KHAIRUL WALIDIN, 2015)

KESEDIAAN MEMBAYAR MASYARAKAT TERHADAP WADUK DI KECAMATAN BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE (Dedy Sykran, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy