//

PERLINDUNGAN TERHADAP TERSANGKA TINDAK PIDANA PENCURIAN YANG MENGALAMI TINDAKAN MAIN HAKIM SENDIRI (EIGENRICHTING) (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH KEPOLISIAN SEKTOR BAITUSSALAM BANDA ACEH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang IKHWANUL KHATAMI - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK IKHWANUL KHATAMI, 2019 (Ainal Hadi, S.H., M.Hum.) Eigenrichting merupakan tindakan cara main hakim sendiri, mengambil hak tanpa mengindahkan hukum, tanpa sepengetahuan pemerintah dan tanpa pengguaan alat kekuasaan pemerintah. Main hakim sendiri sering dilakukan masyarakat terhadap pelaku tindak pidana yang tertangkap tangan biasanya berupa pemukulan, pengeroyokan dan perusakan yang bisa mengakibatkan kematian bagi pelaku tindak pidana. Tindakan ataupun reaksi masyarakat dengan melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap tersangka tindak pidana pencurian, tindakan ini sangat bertentangan dengan asas presumption of innocence dan merupakan pelanggaran hukum yang telah diatur dalam Pasal 170 dan 315 KUHP. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui penyebab-penyebab terjadinya main hakim sendiri, juga untuk mengetahui upaya-upaya dari pihak yang berwajib dalam melakukan perlindungan terhadap tersangka tindak pidana pencurian dari tindakan main hakim sendiri serta apakah akan menjadi pertimbangan bagi hakim dalam mengambil keputusan terhadap tersangka tindak pidana pencurian yang sudah mengalami tindakan main hakim sendiri. Data yang diperoleh dalam penulisan skripsi ini dilakukan dengan cara menggunakan metode penelitian hukum empiris atau metode penelitian lapangan (field research) untuk mengumpulkan data primer yang diperoleh dengan melakukan teknik pengumpulan data observasi, dan wawancara dengan responden dan juga informan, yang selanjutnya dijadikan alat analisis dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian yang telah diidentifikasikan dalam rumusan permasalahan. Hasil penelitian didapati penyebab terjadinya eigenrichting adalah kurang kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian, pencurian semakin meresahkan, supaya memberi efek jera dan ada juga ikut-ikutan melakukan ketika melihat orang lain melakukan eigenrichting. Dan upaya kepolisian dengan cara patroli desadan juga penempatan Bintara pembina desa (Babinsa) di setiap Desa. Saran untuk Pihak kepolisian untuk melakukan upaya tindakan untuk meminimalisir terjadinya tindakan eigenrichting, seperti menindak para pelaku eigenrichting. Dan memaksimalkan upaya-upaya yang sudah dilakukan.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

TINDAKAN MAIN HAKIM SENDIRI (EIGENRICHTING) DALAM PERKARA PELANGGARAN QANUN KHALWAT (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYAR’IYAH SIGLI) (FILMAN RAMADHAN, 2014)

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PENCURIAN SEPEDA MOTOR DI BANDA ACEH (M.Rizki Fadila, 2017)

UPAYA POLISI DALAM MENCEGAH TERJADINYA TINDAKAN PENCURIAN (SUATU PENELITIAN PADA KEPOLISIAN SEKTOR SYIAH KUALA) (Yartina Novika, 2017)

TINDAK PIDANA PENCURIAN SAPI (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BLANGKEJEREN) (Shofi Hidayah, 2017)

MAIN HAKIM SENDIRI (EIGENRICHTING) TERHADAP PELAKU KHALWAT (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH) (Rizki Aditya A, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy