//

IDENTIFIKASI RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN PENGGANTIAN JEMBATAN RANGKA BAJA DI KABUPATEN ACEH JAYA DAN KABUPATEN ACEH BESAR

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang ACHMAD LUTHFI - Personal Name
Fakultas Fakultas Teknik
Tahun Terbit 2019

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Konstruksi jembatan rangka baja di Krueng Teunom (KT) dan Panca (P) merupakan dua proyek yang tidak terlepas dari kemungkinan terjadinya risiko. Risiko proyek konstruksi memiliki tingkat yang berbeda-beda sesuai dengan kompleksitas proyek. Risiko-risiko dapat timbul dari pengaruh faktor internal dan eksternal. Beberapa risiko dari faktor-faktor tersebut antara lain risiko konstruksi, risiko ekonomi, dan risiko kebijakan pemerintah. Berbagai usaha dilakukan untuk menghindari atau mengurangi risiko yang terjadi. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengenali variabel yang menjadi sumber risiko dan menghitung seberapa besar korelasi serta kemungkinan terjadinya risiko pada masing-masing proyek. Secara geografis, proyek KT yang dilaksanakan di Kabupaten Aceh Jaya memiliki peluang lebih besar terjadinya risiko dibandingkan proyek P yang dilaksanakan di lokasi kawasan Selawah, Aceh Besar. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi variabel risiko yang berasal dari pengaruh internal-eksternal proyek sekaligus melihat ada atau tidak adanya korelasi antara kedua proyek berbeda letak secara geografis melalui uji-uji statistik. Hasil penelitian yang diperoleh dari 15 responden pelaksana konstruksi pada masing-masing kelompok sampel berkualifikasi besar menunjukkan 5 variabel yang berpengaruh pada dua lokasi proyek yaitu, Kesulitan mencari tenaga kerja yang terampil, kerusakan material saat pengiriman dan penyimpanan, peningkatan biaya kerja, perubahan peraturan pemerintah, dan biaya pemeliharaan peralatan tinggi. Nilai mean 4,13 pada variabel risiko mengindikasikan besaran risiko yang berada pada kategori pertengahan dan tidak berpotensi mengganggu kinerja pembangunan jembatan. Hasil rataan item penilaian responden untuk populasi proyek KT memberikan 14 indikator risiko yang melebihi nilai 4,13. Tiga diantara risiko-risiko tersebut mulai dari yang paling tinggi adalah desain, spesifikasi dan program kerja kurang detail, kerusakan material saat pengiriman dan penyimpanan, dan biaya pemeliharaan peralatan tinggi. Hasil rataan item penilaian responden untuk populasi proyek P memberikan 9 indikator risiko yang melebihi nilai 4,13. Dua diantaranya mulai dari yang paling tinggi adalah kesulitan mencari tenaga kerja yang terampil dan perubahan peraturan pemerintah. Kata kunci: risiko, identifikasi risiko, risiko jembatan, validitas-reliabilitas.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

IDENTIFIKASI RISIKO PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BANDA ACEH MADANI EDUCATION CENTER (Arif Fadhillah, 2017)

ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI TERHADAP KINERJA RENDAH PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI JALAN DI KABUPATEN ACEH JAYA (FERDI HANDAYA, 2014)

ANALISIS KOMBINASI BEBAN TSUNAMI PADA STRUKTUR JEMBATAN RANGKA BAJA (MAHFUZ, 2019)

FAKTOR – FAKTOR RISIKO YANG MEMPENGARUHI KINERJA KONTRAKTOR PADA PELAKSANAAN PROYEK INFRASTRUKTUR DI KABUPATEN ACEH JAYA (azhari, 2014)

PENENTUAN SKALA PRIORITAS PROYEK PEMBANGUNAN JALAN DI KABUPATEN ACEH JAYA (Rahmad Fuadi, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy