//

ANALISIS WASTE MENGGUNAKAN METODE LEAN PROJECT MANAGEMENT PADA PROYEK PEMBANGUNAN FASILITAS KESEHATAN RSUD KABUPATEN PIDIE JAYA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang SHERAGIZCA YOLANDA SITUMEANG - Personal Name
SubjectCONSTRUCTION
Bahasa Indonesia
Fakultas Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala
Tahun Terbit 2019

Abstrak/Catatan

Pada pelaksanaan proyek pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Pidie Jaya terjadi keterlambatan jadwal proyek dan berpotensi menimbulkan waste konstruksi. Kegiatan proyek konstruksi adalah proses aktifitas yang panjang dimana dapat ditemukan kendala yang tidak terlepas dari penggunaan sumber daya. Segala sesuatu didalam proyek yang menambah biaya disebut pemborosan atau waste. Meminimalkan waste dapat dilakukan dengan menggunakan metode Lean Project Management (LPM). Sehingga diperlukan pengidentifikasian penyebab waste dan cara untuk meminimalkan waste yang telah teridentifikasi dengan menggunakan metode LPM pada proyek yang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi waste yang paling berpengaruh pada proyek pembangunan IGD RSUD Kabupaten Pidie Jaya dan menerapkan prinsip yang terdapat dalam metode LPM untuk mengontrol dan meminimalkan waste. Berdasarkan kajian pustaka terdapat 8 waste pada metode LPM. Kategori waste akan ditinjau dari segi material, tenaga kerja dan peralatan. Data identifikasi waste diperoleh dari wawancara dengan 4 responden dan kuisioner dengan 16 responden yang disebarkan kepada pihak pelaksana proyek. Hasil pengolahan data menggunakan analisa deskriptif diperoleh waste yang paling berpengaruh pada proyek adalah waste waiting dan waste overprocessing. Hasil identifikasi penyebab kedua waste menggunakan diagram fishbone diperoleh 3 penyebab waste waiting dan 4 penyebab waste overprocessing. Hasil penentuan tindakan solusi pada penyebab waste menggunakan formula if then diperoleh 2 solusi dari 1 penyebab pada waste waiting dan waste overprocessing, sehingga menggunakan matriks evaluasi weight criteria untuk mendapatkan 1 tindakan solusi yang paling tepat. Hasil akhir pada setiap penyebab waste waiting telah mendapatkan 1 tindakan solusi yang tepat untuk setiap penyebab yang dapat mengontrol dan meminimalkan waste waiting. Sedangkan pada waste overprocessing masih terdapat penyebab dengan 2 keputusan solusi, karena memiliki nilai weight criteria yang sama, sehingga 2 solusi tersebut tetap digunakan. Oleh karena itu, waste overprocessing memiliki 4 total penyebab waste dengan 5 total tindakan solusi yang dapat mengontrol dan meminimalkan waste overprocessing. Kata Kunci : lean project management , waste, fishbone, if then.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR RISIKO DESIGN AND BUILD TERHADAP KESUKSESAN PROYEK PEMBANGUNAN SEKOLAH PERMANEN DI KABUPATEN PIDIE JAYA DAN BIREUEN (FAISAL, 2019)

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR RISIKO DESIGN AND BUILD TERHADAP KESUKSESAN PROYEK PEMBANGUNAN SEKOLAH PERMANEN DI KABUPATEN PIDIE JAYA DAN BIREUEN (FAISAL, 2019)

OPTIMALISASI PELAKSANAAN PROYEK DENGAN METODE PERT DAN CPM (STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN EMBUNG PAYA PIE, TRIENGGADENG, PIDIE JAYA) (Muhammad Amin Qamal, 2014)

PENGARUH RISIKO RANTAI PASOK MATERIAL TERHADAP KINERJA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DI KABUPATEN PIDIE JAYA DAN BIREUEN (FAHMI MUNIR HASAN, 2019)

MINIMASI WASTE PADA LINI PRODUKSI KORAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING (STUDI KASUS : PT. ACEH MEDIA GRAFIKA, ACEH BESAR) (Rizki Qamariansyah, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy