//

RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) AKIBAT PEMBERIAN DOSIS MIKORIZA DAN DOSIS PUPUK ROCK PHOSPHATE

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Husaini - Personal Name
SubjectCOCOA
FERTILIZER
SEEDLINGS - NURSERY PRODUCTION
Bahasa Indonesia
Fakultas Program Studi Magister Agroekoteknologi Universitas Syiah Kuala
Tahun Terbit 2018

Abstrak/Catatan

RINGKASAN Husaini. Respon Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) akibat Pemberian Dosis Mikoriza dan Dosis Pupuk Rock Phosphate. Di bawah bimbingan Ashabul Anhar sebagai ketua pembimbing dan Tety Arabia sebagai anggota pembimbing. Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas unggulan nasional setelah tanaman sawit dan karet, yang telah memberikan sumbangan devisa bagi negara yang mencapai USD 1,01 milyar atau 3,78% dari total ekspor komoditas perkebunan yang mencapai USD 23,51 milyar. Produktivitas rata-rata kakao saat ini di Aceh sekitar 550 kg ha -1 , Kabupaten Pidie 350 – 400 kg ha itupun kebanyakan tanpa fermentasi. Produktivitas kakao di beberapa tempat di luar Aceh bahkan sudah mampu mencapai 700 kg – 1 ton ha -1 . Masih rendahnya produksi kakao di Aceh antara lain disebabkan sistem budidaya yang belum memenuhi syarat seperti penggunaan bibit unggul, pemeliharaan, pemupukan, pengendalian hama penyakit, dan pemangkasan. Penggunaan cendawan mikoriza dan pupuk rock phosphate pada tanaman kakao akan lebih efektif bila aplikasi dilakukan pada saat pembibitan. Hal tersebut memberikan peluang lebih besar untuk mikoriza menginfeksi akar tanaman. Oleh karena itu perlu adanya penelitian terhadap kedua faktor tersebut untuk mengetahui sejauh mana pengaruhnya terhadap pertumbuhan bibit kakao, sehingga bibit kakao yang akan ditanam di lapangan telah mengandung mikoriza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian dosis mikoriza dan pupuk Rock Phosphate berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit kakao serta untuk mengetahui adanya interaksi antara dosis mikoriza dan pemberian pupuk Rock Phosphate terhadap pertumbuhan bibit kakao. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai dengan Juni 2015 di Gampong Gapui Kecamatan Indrajaya Kabupaten Pidie dan Laboratorium Hama Penyakit Tanaman Fakultan Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial dua faktor dengan tiga ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman, sehingga didapatkan 144 satuan percobaan/tanaman. Ada dua perlakuan yang diuji yaitu perlakuan dosis mikoriza terdiri dari tiga taraf yaitu M 0 = tanpa mikoriza; M 1 = Mikoriza 10 g polibeg -1 ; M 2 = Mikoriza 20 g polibeg -1 . Sedangkan Pemberian pupuk rock phosphate ada empat taraf yaitu P 0 = tanpa P 2 O 5 ; P 1 = 2,7 g P 2 O 5 polibeg = 5,4 g P 2 O 5 polibeg -1 ; P 3 = 8,0 g P 2 O 5 polibeg -1 . Apabila hasil pengamatan menunjukkan pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan pengujian Beda Nyata Jujur (BNJ) pada Taraf 5%. Pengamatan yang dilakukan meliputi tinggi bibit, diameter pangkal batang, luas daun, panjang akar tunggang, berat berangkasan basah, berat berangkasan kering, persentase akar yang terinfeksi mikoriza, dan serapan N, P dan K pada daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikoriza berpengaruh sangat nyata terhadap luas daun, panjang akar tunggang, berat berangkasan basah dan berat berangkasan kering, persentase akar yang terinfeksi mikoriza, serapan N pada daun dan tidak berpengaruh nyata pada serapan P dan K pada daun. Dosis mikoriza yang terbaik dijumpai pada perlakuan dosis 20 g polibeg -1 sedangkan terendah tanpa pemberian. Pupuk Rock Phosphate berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar tunggang, berat berangkasan basah dan berat berangkasan kering, persentase akar yang terinfeksi mikoriza, dan berbeda nyata terhadap serapan N dan P pada daun -1 , -1 ; P 2 dan tidak berpengaruh nyata pada serapan K pada daun. Dosis Rock Phosphate yang terbaik dijumpai pada perlakuan dosis 8,0 g P 2 O 5 polibeg -1 sedangkan terendah tanpa pemberian. Adanya interaksi antara kedua perlakuan terhadap persentase akar yang terinfeksi mikoriza dan serapan hara N, P, dan K pada daun. Interaksi terbaik antara kedua perlakuan dijumpai pada perlakuan 20 g polibeg polibeg -1 terhadap parameter persentase akar yang terinfeksi mikoriza. Kata kunci : Kakao, mikoriza, Rock Phosphate -1 dan 8,0 g P 2 O 5

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) AKIBAT PEMBERIAN DOSIS MIKORIZA DAN DOSIS PUPUK ROCK PHOSPHATE (Husaini, 2019)

PENGARUH DOSIS JAMUR MIKORIZA ARBUSKULA DAN PUPUK ROCK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) (Dafid Saputra, 2015)

PENGARUH DOSIS PUPUK NPK (16:16:16) DAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) PADA MEDIA TUMBUH SUBSOIL (Nasrullah, 2015)

PENGARUH PEMBERIAN MIKROORGANISME LOKAL DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) (ULVIE DELFIANA, 2018)

PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS DAN PEMANGKASAN TERHADAP KOMPONEN HASIL KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) (Yuvi Zazunar, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy