//

MODEL BANGKITAN PERGERAKAN BERDASARKAN JENIS PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN DI KECAMATAN MUTIARA KABUPATEN PIDIE

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang NURMISWARI - Personal Name
SubjectTRANSPORTATION ENGINEERING
TRAFFIC VOLUME - STREETS
Bahasa Indonesia
Fakultas Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala
Tahun Terbit 2019

Abstrak/Catatan

MODEL BANGKITAN PERGERAKAN BERDASARKAN JENIS PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN DI KECAMATAN MUTIARA KABUPATEN PIDIE v Oleh: Nurmiswari NIM. 1409200060042 Komisi Pembimbing: 1. Dr. Renni Anggraini, ST, M.Eng 2. Dr. Eng. Sugiarto, ST, M.Eng ABSTRAK Kecamatan Mutiara sampai sekarang ini terus mengalami laju pertumbuhan penduduk yang relatif pesat, terbatasnya fasilitas jaringan jalan yang ada, dan meningkatnya pembangunan pada pusat-pusat kegiatan perkotaan yang tidak tertata dengan baik. Fenomena ini akan membebani dan akan berdampak buruk terhadap sistem tranportasi kota, karena akan menyebabkan terjadinya permasalahan transportasi seperti antrian, ataupun kemacetan lalu lintas pada daerah-daerah tertentu. Oleh karena itu dibutuhkan suatu permodelan bangkitan pergerakan di Kecamatan Mutiara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola bangkitan pergerakan rumah tangga, berdasarkan jenis pendidikan dan pekerjaan ditinjau pada aktivitas mandatory dan non mandatory di Kecamatan Mutiara. Jumlah penduduk di Kecamatan Mutiara sebanyak 20.810 jiwa, melalui rumus Slovin maka sampel diperoleh sebanyak 393 jiwa. Teknik sampling yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling. Kalibrasi parameter regresi digunakan metode Ordinary Least Square (OLS) dengan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aktivitas mandatory bangkitan pergerakan pendidikan SMA ke atas dipengaruhi oleh faktor jenis kelamin, jumlah anggota keluarga yang masih bersekolah, dan kepemilikan SIM, bangkitan pergerakan pekerjaan pedagang dipengaruhi oleh faktor jenis kelamin, dan jumlah anggota keluarga yang sudah bekerja, dan bangkitan pergerakan pekerjaan non pedagang dipengaruhi oleh faktor jumlah anggota keluarga yang masih bersekolah, jumlah mobil dalam keluarga, dan kepemilikan SIM. Pada aktivitas non mandatory bangkitan pergerakan pendidikan SMA ke atas dipengaruhi oleh faktor jumlah anggota keluarga yang masih bersekolah, jumlah mobil dalam keluarga, dan kepemilikan SIM. Kata Kunci: Bangkitan pergerakan, mandatory, non mandatory, Kecamatan Mutiara TRIP-GENERATION MODEL BASED ON TYPE OF EDUCATION AND OCCUPATIONS IN MUTIARA SUB DISTRICT PIDIE DISTRICT vi By: Nurmiswari Student Reg. No. 1409200060042 Committee of Supervisor: 1. Dr. Renni Anggraini, ST, M.Eng 2. Dr. Eng. Sugiarto, ST, M.Eng ABSTRACT Mutiara Sub-district to date has continued to experience a relatively rapid population growth rate, limited existing road network facilities, and increased development in urban centers that are not well organized. This phenomenon will burden and will adversely affect the city transportation system, because it will cause the occurrence of transportation problems such as queues, or traffic congestion in certain areas. Therefore, it needs a model of the movement generation in Mutiara Sub-district. This study aims to determine the pattern of the rise of household movements, based on the type of education and occupation reviewed in mandatory and non mandatory activities in Kecamatan Mutiara. The population in Mutiara sub-district is 20,810 people, through Slovin formula, the sample is 393 people. The sampling technique used is proportionate stratified random sampling. Calibration of regression parameters used Ordinary Least Square (OLS) method with Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 22 software. The results showed that the mandatory activity of the upward movement of high school education was influenced by sex factors, the number of family members who were still in school, and the ownership of the driver's license, the rise of the movement of the trader's work is influenced by sex factors, and the number of family members already employed, and the rise of non-trades work movements is influenced by the number of family members who are still in school, the number of cars in the family, and the ownership of the driver's license. In non mandatory activities, the rise of high school education movement is influenced by the number of family members who are still in school, the number of cars in the family, and the ownership of the driver's license. Key words: Trip-generation, mandatory, non mandatory, Mutiara Sub-district

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

POLA BANGKITAN PERGERAKAN BERDASARKAN STRUKTUR DAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI KECAMATAN MUTIARA KABUPATEN PIDIE (EDWARD ZEEN, 2019)

MODEL BANGKITAN PERGERAKAN OLEH PEKERJA BERDASARKAN TINGKAT PENDAPATAN KELUARGA UNTUK TUJUAN MANDATORY DI GAMPONG ATEUK JAWO (AGUNG DARMAWAN, 2014)

POLA BANGKITAN PERGERAKAN PENDUDUK PADA KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (Akbar Hikmi, 2017)

STUDI BANGKITAN PERGERAKAN MENGGUNAKAN KENDARAAN PRIBADI DARI GAMPONG LUENG BATA KOTA BANDA ACEH (Ridhalul Rizqi, 2014)

PENGEMBANGAN KELOMPOK PENGRAJIN EMPING MELINJO KECAMATAN MUTIARA BARAT DAN MUTIARA TIMUR KABUPATEN PIDIE 1988 – 2013 (Susi Yeni, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy