//

UJI HAYATI INHIBITOR EKSTRAK ETANOL DAUN SENDUDUK (MELASTOMA MALABATHRICUM L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ENTEROPATHOGENIC ESCHERICHIA COLI (EPEC)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang HILMA ASTRIA - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Astria, Hilma. 2018. “Uji Hayati Inhibitor Ekstrak Etanol Daun Senduduk (Melastoma malabathricum L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Enteropathogenic E. coli (EPEC)” Skripsi. Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing: (1) Dr. Supriatno, M.Si., (2) Iswadi, S. Pd., M. Si Kata Kunci: Zona Hambat, Melastoma malabathricum L., Enteropathogenic E. coli Diare merupakan salah satu penyakit endemik di Indonesia dengan persentase tertinggi terjadi pada anak usia 29 hari hingga 11 bulan. Bakteri Enteropathogenic E. coli (EPEC) merupakan penyebab diare pada bayi terutama di negara berkembang. Diare termasuk ke dalam penyakit infeksi yang dapat diatasi dengan menggunakan antibiotik. Tumbuhan yang diduga memiliki senyawa aktif dalam menghambat pertumbuhan bakteri EPEC adalah daun senduduk (M. malabathricum L.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan daya hambat yang dihasilkan dari berbagai tingkat konsentrasi ekstrak daun senduduk yang diberikan terhadap pertumbuhan bakteri EPEC. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimental. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 7 kelompok perlakuan dan 3 kali ulangan. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis Varian (ANOVA) dan uji lanjut Jarak Nyata Terdekat Duncan (JNTD) pada taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Fhitung > Ftabel, sehinga Ha dapat diterima. Pemberian ekstrak daun senduduk terhadap pertumbuhan bakteri EPEC menghasilkan zona hambat dengan kategori lemah hingga sedang. Zona hambat terbesar diperoleh dari pemberian ekstrak dengan konsentrasi 1.000.000 ppm, yaitu sebesar 7,36 mm. Pemberian DMSO (Dimetil sulfoksida) 10% sebagai kontrol negatif tidak memperlihatkan adanya zona hambat, namun seftriakson (kontrol positif) dengan konsentrasi 200.000 ppm telah menghasilkan zona hambat sebesar 10,67 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak daun senduduk, semakin besar pula daya hambat yang dihasilkan terhadap pertumbuhan bakteri EPEC.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN PACAR KUKU (LAWSONIA INERMIS) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ENTEROPATHOGENIC ESCHERICHIA COLI (EPEC) (Khairunnisak, 2017)

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN JAMBLANG (SYZYGIUM CUMINI) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ENTEROPATHOGENIC ESCHERICHIA COLI (EPEC) (Haryanti, 2017)

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ENTEROPATHOGENIC ESCHERICHIA COLI (EPEC) (Heppina Putri Surisa. Pa, 2018)

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK ETANOL AKAR SENGGANI (MELASTOMA MALABATHRICUM L.) (Siti Nuri, 2018)

DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (MORINDA CITRIFOLIA L.) TERHADAP PERTUMBUHAN SALMONELLA SP. DAN ESCHERICHIA COLI (DEVY KARTIKA HADI, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy