//

ANALISIS PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP FATIGUE PADA OPERATOR DI PERTAMBANGAN BATU BARA (STUDI KASUS : PT. BINA SARANA SUKSES SITE TUNAS MUDA JAYA, KALIMANTAN TIMUR)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Anis Maulana - Personal Name

Abstrak/Catatan

Analisis Pengaruh Shift Kerja Terhadap Fatigue pada Operator di Pertambangan Batu Bara (Studi Kasus: PT. Bina Sarana Sukses, Kalimantan Timur) ABSTRAK Industri pertambangan batu bara menggerakkan perekonomian dengan menerapkan sistem kerja 24 jam penuh yang mampu memberikan efek penggandaan dan menyediakan kesempatan kerja bagi 34 ribu tenaga kerja langsung. Dengan sistem 24 jam kerja/hari memaksakan pekerja tetap sadar di malam hari yang bertentangan dengan jam biologis tubuh sehingga dapat membuat pekerja mengalami fatigue dan dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Pekerjaan yang dilakukan oleh operator HD (High Dump Truck) merupakan pekerjaan yang memerlukan konsentrasi tinggi sehingga jika seorang operator HD mengalami fatigue. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah operator HD di tambang batu bara PT. Bina Sarana Sukses mengalami fatigue dan apakah shift kerja mempengaruhi tingkat fatigue pada operator HD. Hasil yang didapatkan dalam penelitian yang telah dilakukan bahwa operator HD yang rata-rata bekerja dalam waktu 77 jam/minggu masih tergolong ke dalam fatigue ringan berdasarkan IFRC dan scan fatigue. Namun, berdasarkan penilaian skor menggunakan FLS dan FRMS terhadap sistem kerja yang berlaku pada operator HD PT. BSS, operator tersebut mengalami fatigue level 4 (fatigue related error) yang dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan-kesalahan akibat fatigue (kelelahan). Terdapat beberapa strategi yang dapat dilakukan demi mengurangi tingkat fatigue yang dialami oleh operator HD berdasarkan FRMS, yaitu dengan memberikan waktu istirahat yang optimal pada operator, melakukan pengecekan/pengawasan tambahan dipertengahan shift, penambahan tower lamp di setiap akses jalan yang terdapat di pertambangan batu bara, HD dilengkapi dengan audio musik, mewajibkan operator HD mengonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh, dan minuman berenergi, serta menambahkan jumlah shift operator HD menjadi tiga shift kerja. Kata kunci: Pertambang batu bara, fatigue, shift kerja, Industrial Fatigue Research Committee (IFRC), Fatigue Likelihood Scooring (FLS), Fatigue Risk Management System (FRMS).   Analysis Effect of Work Shift of Fatigue on the Coal Mining Operators (Case Study: PT. Bina Sarana Sukses, East Kalimantan) ABSTRACT The coal mining industry propel the economy by implementing a full 24-hour work system that is able to provide multiplier effects and provide employment opportunities for 34 thousand direct workers. A 24-hour work/day system forces workers to stay aware at night which is contrary to the body's biological clock so that workers can experience fatigue and can cause work accidents. The work carried out by the HD operator (High Dump Truck) is a job that requires high concentration so that if an HD operators experiences fatigue. The purpose of this research is to find out whether HD operators in coal mines PT. Bina Sarana Sukses had a fatigue and whether the work shift affected the level of fatigue in HD operators. The results in the research that has been done that HD operators who work on average 77 hours/week are still classified as mild fatigue based on IFRC and fatigue scans. However, based on the scoring assessment using FLS and FRMS on the work system that applies to HD operators PT. BSS, the operator has a fatigue level 4 (fatigue related error) which can cause errors due to fatigue. There are several strategies that can reduce the level of fatigue experienced by HD operators based on FRMS, namely by providing optimal rest time for operators, additional checking/supervision in the middle of the shift, addition of tower lights in every road access found in coal mining, HD is equipped with audio music, requiring HD operators to consume caffeine-containing drinks such as coffee, tea and energy drinks, as well as adding the number of HD operator shifts to three work shifts. Keywords: Coal mining, fatigue, work shifts, Industrial Fatigue Research Committee (IFRC), Fatigue Likelihood Scooring (FLS), Fatigue Risk Management System (FRMS).  

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

EVALUASI JAM KERJA EFEKTIF DAN KESERASIAN KERJA ALAT GALI MUAT KOMATSU PC 800 SE DENGAN ALAT ANGKUT SCANIA P 420 PADA PENAMBANGAN BATU BARA PIT 1 TIMUR BANKO BARAT PT BUKIT ASAM (PERSERO) TBK (MUHAMMAD FADHIL, 2018)

PRODUKTIVITAS ALAT GALI MUAT HITACHI 470 LC DAN ALAT ANGKUT MERCEDES BENZ 4843 K DI JOBSITE SRIWIJAYA LINTAS RAYA PT MANGGALA USAHA MANUNGGAL (M FAUZUL IRHAM, 2019)

KARAKTERISTIK HABITAT DAN BIVALVIA YANG DIKONSUMSI DI KABUPATEN BATU BARA PROVINSI SUMATERA UTARA (cut malinda, 2015)

KAJIAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT GALI-MUAT BACKHOE PC 200 DAN BACKHOE PC 400 PADA KEGIATAN LOADING BATUBARA DI BLOK 8 PT INTI BARA PERDANA BENGKULU TENGAH, BENGKULU (Rizki Maulana, 2018)

PENGARUH TINGKAT KEJENUHAN KERJA SHIFT MALAM TERHADAP TINGKAT KEKEBALAN STRES DOKTER MUDA YANG MENJALANI KEPANITERAAN KLINIK SENIOR DI RUANG RAWAT INAP RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN (Muhammad Aulia Kurniawan, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy