//

TINJAUAN KRIMINOLOGIS TINDAK PIDANA PEMERASAN YANG DILAKUKAN TERHADAP PENGUNJUNG OBJEK WISATA ACEH BESAR (SUATU PENELITIAN DI POLISI SEKTOR KRUENGRAYA, ACEH BESAR)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang MAULANA RIZKAN - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK MAULANA TINJAUAN KRIMINOLOGIS TINDAK PIDANA PEMERASAN RIZKAN YANG DILAKUKAN OLEH OKNUM MASYARAKAT 2018 TERHADAP PENGUNJUNG OBJEK WISATA ACEH BESAR (Suatu Penelitian Dipolisi Sektor Krueng Raya, Aceh Besar) (v,65) pp, app, tabl. (Dr. Mohd. Din, S.H.,M.H) Pasal 368 KUHP menjelaskan “Barang siapa memaksa dengan kekerasan atau ancamn kekerasanuntuk menyerahkan barang yang sebagian atau seluruhnya milik orang lain atau untuk membuat berhutang atau menghapus piutang, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun” tindak pidana pemerasan ini terjadi pada pengunjung objek wisata, dengan sasaran pasangan muda-mudi yang berkunjung, pelaku memaksa korbannya untuk menyerahkan mulai dari handphone, dompet serta barang berharga lainnya, dengan alasan korban telah berbuat mesum. Sehingga perbuatan pelaku melanggar hukum dan dapat digolongkan kedalam tindak pidana pemerasan. Tujuan dari penulisan ini untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh oknum masyarakat terhadap pengunjung objek wisata dan upaya penanggulangan pihak kepolisian dalam tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh oknum masyarakat. Data diperoleh melalui data perpustakaan dan data lapangan. Data perpustakaan diperoleh dari buku-buku atau literatur lain dan data lapangan diperoleh dengan melakukan wawancara kepada responden dan informan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor penyebab terjadinya kejahatan pemerasan adalah faktor pendidikan yang rendah, faktor ekonomi, dan faktor lingkungan yaitu lingkungan keluarga dan lingkungan sosial. Upaya yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk menanggulangi kejahatan pemerasan adalah upaya preventif yaitu melakukan patroli berseragam ditempat-tempat yang telah dicurugai rawan akan kejahatan, mendirikan pos penjagaan ditempat yang telah ditentukan, yang dapat dilakukan oleh masyarakat berupa pos kambling untuk menjaga tempat tinggal masing-masing dan upaya Refresip yaitu upaya penanggulangan kejahatan secara konsepsional yang ditempuh setelah terjadinya kejahatan. Upaya ini dilakukan setelah terjadinya kejahatn dimasyarakat berupa melakukan penangkapan terhadap para pelaku kejahatan pemerasan, memberikan hukuman kepada para pelaku kejahatan pemerasan. Disarankan kepada semua lapisan masyarakat baik lembaga instansi dan penegak hukum untuk lebih berhati-hati, mel;akukan pemantauan dan penanganan yang lebioh serius terhadap kejahatan pemerasan. Disarankan kepada pihak kepolisian lebih mengintensifkan kerjanya dalam penanggulangan kejahatan pemerasan.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

TINDAK PIDANA PEMERASAN YANG DILAKUKAN DENGAN PENGANCAMAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH) (Ryan Firnanda, 2017)

ANALISIS PENGARUH JUMLAH WISATAWAN, JUMLAH OBJEK WISATA DAN JUMLAH HOTEL TERHADAP PENERIMAAN SEKTOR PARIWISATA DI KOTA BANDA ACEH (Maya Carlina, 2016)

TINDAK PIDANA PEMERASAN TERHADAP KENDARAAN DI PERBATASAN ACEH-SUMATERA UTARA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KABUPATEN ACEH TAMIANG) (suci rizki, 2016)

PARTISIPASI MASYARAKAT LOKAL DALAM PENGELOLAAN OBJEK PARIWISATA PANTAI LAMPUUK KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR (Almunadia, 2018)

HOTEL RESORT WADUK KEULILING DI ACEH BESAR (Rico Juniardi, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy