//

PENGARUH RISIKO RANTAI PASOK MATERIAL TERHADAP KINERJA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DI KABUPATEN PIDIE JAYA DAN BIREUEN

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang FAHMI MUNIR HASAN - Personal Name
SubjectSTRUCTURAL ENGINEERING
BUILDINGS - CONSTRUCTION
SUPPLY CHAIN
Bahasa Indonesia
Fakultas Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala
Tahun Terbit 2018

Abstrak/Catatan

Bencana gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) yang melanda Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen pada tanggal 7 Desember 2016 telah mengakibatkan kerusakan prasarana dan sarana. Dalam upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melakukan pembangunan kembali Masjid At-Taqarrub, Pasar Ulee Glee di Kabupaten Pidie Jaya dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Aziziyah di Kabupaten Bireuen. Beberapa risiko yang terjadi pada pelaksanaan proyek adalah adanya pergantian penggunaan material, terlambatnya pengajuan usulan material dari pelaksana, pabrikasi material yang jauh dari lokasi proyek, adanya gangguan lalu-lintas darat menuju lokasi proyek, instruksi percepatan pekerjaan agar bangunan fungsional sebelum kontrak berakhir dari owner, dan adanya keterbatasan supplier dalam memenuhi permintaan material yang banyak dalam waktu singkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat hubungan dan bentuk pengaruh antara risiko rantai pasok material terhadap kinerja proyek. Penelitian ini menggunakan metode gabungan, yang memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner. Responden ditujukan pada 20 personil perencana, 26 personil pelaksana, 6 personil manajemen konstruksi dan 13 personil owner. Variabel bebas yang ditinjau adalah faktor pasok (supply), kontrol (control), proses (process), dan permintaan (demand), sedangkan variabel terikatnya adalah kinerja proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor risiko rantai pasok material semuanya mempunyai keeratan hubungan yang tinggi terhadap kinerja proyek. Faktor-faktor risiko rantai pasok material semuanya berpengaruh signifikan terhadap kinerja proyek, yaitu sebesar 78,8%. Faktor risiko rantai pasok material yang dominan mempengaruhi kinerja proyek adalah faktor demand, dengan koefisien regresi sebesar 0,283. Hal ini berarti bahwa bila faktor demand ditangani dengan baik oleh pelaksana dan owner, maka kinerja proyek akan meningkat sebesar 28,3%. Kata Kunci: Risiko, rantai pasok, material, kinerja, rehabilitasi, rekonstruksi The disaster of an earthquake measuring 6.4 on the Richter Scale (SR) that hit Pidie, Pidie Jaya and Bireuen Districts on December 7, 2016 has resulted in damage to infrastructure and facilities. In an effort to accelerate post-disaster rehabilitation and reconstruction, the Ministry of Public Works and Public Housing, carried out the rebuilding of the At-Taqarrub Mosque, Ulee Glee Market in Pidie Jaya District and Al-Aziziyah Islamic College in Bireuen District. Some of the risks that occur in the implementation of the project are the replacement of material use, the late submission of material proposals from the executor, material fabrication far from the project location, the disruption of land traffic to the project location, instructions for accelerating work so the building is functional before the contract ends from the owner. and there are limitations to suppliers in meeting a large demand for material in a short time. This study aims to analyze the level of relation and the form of influence between material supply chain risk on project performance. This study uses a combined method, which combines qualitative and quantitative approaches through questionnaires. Respondents were directed at 20 planning personnel, 26 implementing personnel, 6 construction management personnel and 13 owner staff. The independent variables reviewed are supply, control, process and demand factors, while the dependent variable is project performance. The results showed that all material supply chain risk factors had a high relation to project performance. All material supply chain risk factors have a significant effect on project performance, which is equal to 78.8%. The material supply chain risk factor that predominantly affects project performance is the demand factor, with a regression coefficient of 0.283. This means that if the demand factor is handled properly by the executor and the owner, the project performance will increase by 28.3%. Key words: Risk, supply chain, material, performance, rehabilitation, reconstruction

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

EVALUASI MANAJEMEN RISIKO SISTEM RANTAI DINGIN PADA INDUSTRI ES KRISTAL(STUDI KASUS:PT. POLAR JAYA PERKASA) (Siti Febrianti Tafnar, 2018)

PENINGKATAN KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT MENGGUNAKAN PENDEKATAN SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE (STUDI KASUS: PT XYZ) (Luthfi Gus Pratama M, 2016)

ANALISIS MITIGASI RISIKO RANTAI PASOK DENGAN PENDEKATAN MODEL SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR),(STUDI KASUS:KILANG KELAPA SAWIT RIMO-ACEH SINGKIL) (Sayed Arif Rafsanjani, 2016)

RANTAI PASOK BAHAN BAKU (LOGISTIK) LABORATORIUM DESAIN DAN MANUFAKTUR (LDM) PADA PRODUK FLANGE DAN KINCIR AIR (Purnama Ramdhani, 2013)

ANALISA SUPPLY CHAIN RISK MANAGEMENT MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) PADA SUPPLY CHAIN PRODUKSI KOPI (STUDI KASUS : KOPERASI BAITUL QIRADH BABURRAYYAN ACEH TENGAH) (Dira Farhani, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy