//

ANALISISPOTENSI LIKUIFAKSI PADA LAPISAN PASIRDI BAWAH JEMBATANPRESTRESS REUSEP TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Mursal Amda - Personal Name
SubjectASPHALT CONCRETE - ROAD ENGINEERING
Bahasa Indonesia
Fakultas FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Tahun Terbit 2018

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Pada hari Rabu 7 Desember 2016, pukul 05.04 WIB terjadi gempa cukup kuat di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Menurut data BMKG, gempa ini berkekuatan 6,5 SR dengan pusat gempa bumi terletak pada 5,25 LU dan 96,24 BT pada kedalaman 15 km. Berdasarkan pemeriksaan lapangan yang dilakukan oleh Pusat Gempa Bumi Nasional (PUSGEN) kejadian gempa bumi tersebut telah mengakibatkan kerusakan geologi berupa pergeseran tanah, retakan tanah, dan likuifaksi. Zona likuifaksi tersebar di daerah Ulim, Panteraja, Panteraja Barat, Meunasah Balek, Pantai Manohara, dan Sagoe-Trienggadeng. Jembatan Prestress Reusep Trienggadeng merupakan salah satu jembatan yang terletak pada ruas jalan kabupaten dengan lebar 7 meter dan bentang 20 meter (Tipe B). Secara administratif jembatan ini berada di Kabupaten Pidie Jaya dengan letak geografis pada koordinat 5o14’21” LU dan 96o9’44” BT. Menurut hasil kajian gempa bumi Pidie Jaya oleh PUSGEN jembatan tersebut berada pada zona likuifaksi. Ruang lingkup penelitian ini adalah mencakup masalah keruntuhan struktur tanah pasir (potensi likuifaksi) di bawah Jembatan Prestress Reusep Trienggadeng dengan menggunakan metode analisis dari Kishida (1969), Whitman (1971) dan Valera & Donovan (1977). Analisis dilakukan dengan menggunakan data borlog dan data parameter gempa di lokasi studi kasus. Analisis potensi likuifaksi ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya keruntuhan struktur tanah pasir akibat likuifaksi pada saat terjadinya gempa bumi. Perhitungan likuifaksi dengan menggunakan metode analisis dari Kishida (1969) terjadi likuifaksi dari titik bor 1 pada lapisan 17.50 m dan lapisan 25.00 m, dan dari titik bor 2 likuifaksi hanya terjadi pada lapisan 17.00 m. Metode Whitman (1971) likuifaksi hanya terjadi pada gempa 6,5 SR (Gempa Pidie Jaya, 7 Desember 2016), karena jarak titik gempa dengan titik bor lebih dekat sehingga angka percepatan gempa maksimum lebih besar. Metode Valera & Donovan (1977) memberikan hasil terjadinya likuifaksi pada kedua titik bor dengan magnitude 5, 6, 7, 8, dan 9 SR, karena semua niai N-SPT < Ncrit. Kata Kunci : Likuifaksi, Gempa, Retakan Tanah, Pergeseran Tanah.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PEMERIKSAAN KONTAMINASI BORAKS PADA BAKSO DAGING SAPI DI KABUPATEN PIDIE JAYA (RIZAL FUADI, 2015)

IDENTIFIKASI STRUKTUR PATAHAN DANGKAL MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) DI GAMPONG PANGWA KECAMATAN TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA (Ayu Safrida, 2018)

DINAMIKA SOSIAL EKONOMI PETANI KAKAO DI KECAMATAN TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA, 1999-2014 (Ida Zahara, 2018)

STUDI POTENSI LIKUIFAKSI BERDASARKAN POISSON’S RATIO DI KECAMATAN MEURAH DUA, PIDIE JAYA (Sinta Mandasari, 2017)

TRANSFORMASI GEUDEU GEUDEU MENJADI SENI PERTUNJUKAN DI TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA (LAINA WAHYUNI, 2019)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy