//

PERBEDAAN KUALITAS KOLESISTEKTOMI ANTARA TEKNIK SINGLE INCISION LAPARASCOPY SURGERY DAN THREE PORT CONVENTIONAL LAPARASCOPY DI RUMAH SAKIT DR.ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang dr.Muharriansyah - Personal Name

Abstrak/Catatan

PERBEDAAN KUALITAS KOLESISTEKTOMI ANTARA TEKNIK SINGLE INCISION LAPARASCOPY SURGERY DAN THREE PORT CONVENTIONAL LAPARASCOPY DI RUMAH SAKIT UMUM Dr. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH Abstrak Latar belakang: Laparoskopi kolesistektomi merupakan manajemen standar untuk mengangkat batu empedu. Banyak perubahan dan peningkatan yang telah dibuat hingga saat ini teknik ini semakin berkembang. Jumlah port dinilai menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas sebuah tindakan laparoskopi kolesistektomi. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui adanya perbedaan kualitas kolesistektomi antara Single Incision Laparoscopic Surgery (SILS) dan Three Port Conventional Laparoscopic (TPCL) di RSUZA Banda Aceh. Metode penelitian: Suatu analitik observasional dengan tehnik pengambilan sampel consecutive sampling, dilakukan secara single blind sebanyak 44 pasien kolelitiasis, yang dilakukan laparoskopi kolesistektomi, kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yaitu: Kelompok SILS (n= 22 pasien) dan Kelompok TPCL (n= 22 pasien). Setiap kelompok dinilai 4 variabel ukur yaitu : Ukuran luka, Durasi operasi, Nyeri pasca operasi dan Lama rawatan. Hasil penelitian: Terdapat perbedaan ukuran luka (p= 0.001, SILS vs TPCL; median 30.00 mm vs 40.00 mm; min-maks 25-50 vs 20-55). Terdapat perbedaan durasi operasi (p= 0.014, SILS vs TPCL; mean ± SD, 67.5±14.7 menit vs 56.3±16.04 menit). Terdapat perbedaan nyeri pasca operasi (p= 0.000, SILS vs TPCL; median 2 vs 4; min-maks 2-3 vs 3-4). Terdapat perbedaan lama rawatan (p= 0.000, SILS vs TPCL; median 2 hari vs 3 hari; min-maks 2-3 vs 2-5). Kesimpulan: Berdasarkan hasil ukur variabel pada penelitian ini, SILS lebih baik dari segi ukuran luka yang lebih kecil, nyeri pasca operatif yang lebih rendah dan lama rawatan yang lebih singkat dibandingkan TPCL, sementara dari segi durasi operasi, TPCL lebih singkat dari pada SILS. Kata kunci: laparoskopi kolesistektomi, SILS, TPCL, ukuran luka, durasi operasi, nyeri pasca operasi, lama rawatan

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERBANDINGAN TAJAM PENGLIHATAN PASCA OPERASI KATARAK SENILIS DENGAN TEKNIK PHACOEMULSIFICATION DAN SMALL INCISION CATARACT SURGERY DI BLUD RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Asri Mukti Nanta , 2016)

PENGARUH EMOSIONAL PEKERJA TERHADAP KINERJA; PENYAMPAIAN AFEKTIF SEBAGAI VARIABEL PEMEDIASI PADA PERAWAT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (YUNI ANANDA ZULFIDA, 2016)

PERKEMBANGAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN TAHUN 1979-2016 (Fitriana Dewinta, 2017)

STUDI KOMPARATIF PEMENUHAN SPIRITUAL PASIEN DI RUANG RAWAT INAP PENYAKIT DALAM PRIA DAN WANITA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (RIZATUL HUSNA, 2015)

HUBUNGAN DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIV/AIDS DI POLIKLINIK VCT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Cut Meurah Intan Mardika, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy