//

MODEL PEMANTAUAN PERSEDIAAN LOGISTIK KEBENCANAAN DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR TAHUNAN DI KABUPATEN ACEH TAMIANG

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Muhammad Nasrullah - Personal Name
SubjectFLOODS-SOCIAL SERVICES
DISASTERS - SOCIAL SERVICES
LOGISTICS-MANAGEMENT
Bahasa Indonesia
Fakultas Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala
Tahun Terbit 2018

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Ketersediaan logistik kebencanaan yang optimal dengan persediaan logistik sesuai standar minimum untuk kebutuhan pada masa tanggap darurat sangat menentukan dalam keberhasilan rangkaian manajemen logistik bencana. Persediaan logistik kebencanaan dengan kebutuhan standar minimum yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang belum optimal dan efektif, sehingga diperlukan suatu model pemantauan persediaan logitik kebencanaan. Dengan batasan masalah penelitian bahwa persediaan logistik kemanusiaan sesuai standar minimum untuk kebutuhan pada fase awal tanggap darurat dalam menghadapi bencana banjir tahunan di Kabupaten Aceh Tamiang belum terpenuhi secara optimal, maka penelitian ini bertujuan menghasilkan upaya yang optimal dan efektif untuk memenuhi ketersediaan logistik kebencanaan dengan kebutuhan minimum, metode yang tepat dalam melakukan persediaan logistik kebencanaan, dan suatu model pemantauan persediaan logistik kebencanaan. Semua hal tersebut difokuskan dalam menghadapi bencana banjir tahunan di Kabupaten Aceh Tamiang. Untuk memperoleh hasil yang maksimal penelitian ini menggunakan metode pendekatan sistem (system approach) yang terdiri dari unsur input, unsur proses, dan unsur ouput yang didukung oleh data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Dengan mengevaluasi data curah hujan di Kabupaten Aceh Tamiang waktu yang tepat dalam melakukan persediaan logistik adalah pada bulan Juni. (2) Perhitungan metode economic order quantity (EOQ) dengan standar umum logistik beras yang ekonomis setiap pemesanan adalah sebesar 282 kilogram dengan frekuensi pemesanan 12 kali dalam setahun dan total biaya persediaan yang ekonomis setiap kali pemesanan Rp 208.075. Sedangkan dengan standar khusus logistik beras yang ekonomis setiap kali pemesanan adalah sebesar 416 kilogram dengan frekuensi pemesanan 12 kali dalam setahun dan total biaya persediaan yang ekonomis setiap kali pemesanan Rp 208.158. (3) model pemantauan persediaan logistik kebencanaan dilakukan dengan mengevaluasi beberapa komponen pada aspek kapasitas pemerintah daerah serta diharapkan dilakukan secara rutin dan berkala. Kata Kunci: Persediaan, Model Pemantauan, Logistik Bencana, Aceh Tamiang ABSTRACT The availability of optimal logistics with logistics supplies according to minimum standards for emergency response needs is critical in the success of the disaster logistics management series. Disaster logistic inventory with minimum standard needs undertaken by the Aceh Tamiang Regency Government have not been optimal and effective, so that a disaster logistic inventory monitoring model is needed. With the limitation of the research problem that humanitarian logistics supplies according to minimum standards for the needs of the initial phase of emergency response in the event of the annual flood disaster in Aceh Tamiang District have not been met optimally, this study aims to produce a optimal and effective effort meet the availability of disaster logistics with minimum requirements, appropriate methods of undertaking disaster logistics supplies, and a model of disaster logistics inventory monitoring. All of these are focused on dealing with the annual flood disaster in Aceh Tamiang District. To obtain maximum result of this research using approach system method which consist of input element, process element, and element of ouput supported by primary data and secondary data obtained by in-depth interview and observation. The results of this study indicate that, (1) By evaluating the rainfall data in Aceh Tamiang District the appropriate time in logistic supply is in June. (2) The calculation of economic order quantity (EOQ) method with general economic logistic rice standard for each order is 282 kilogram with frequency of ordering 12 times a year and total cost of economical inventory every time Rp 208.075. Meanwhile, with economical rice logistic special standard every time the order is 416 kilogram with the frequency of ordering 12 times a year and the total cost of economical inventory every time Rp 208.158. (3) the logistics model of disaster logistic monitoring is done by evaluating several components on the capacity aspect of local government and is expected to be done routinely and periodically. Keywords: Inventory, Monitoring Model, Disaster Logistics, Aceh Tamiang

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

WEBGIS DAERAH RAWAN BANJIR DI WILAYAH KABUPATEN ACEH TAMIANG MENGGUNAKAN GOOGLE MAPS API (Nisa Adilla Rahmatika, 2016)

PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH DALAM MITIGASI BENCANA: PELAJARAN SOSIAL DARI BENCANA TSUNAMI (Putra Rizki Youlan Radhianto, 2017)

ANALISIS TINGKAT KINERJA BPBD KABUPATEN PIDIE DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR (SYAWALUDDIN, 2016)

ANALISIS TINGKAT KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KECAMATAN MEUREBO KABUPATEN ACEH BARAT (Saifuddin, 2015)

ANALISIS TINGKAT KERENTANAN DAN KAPASITAS MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR BANDANG KECAMATAN CELALA KABUPATEN ACEH TENGAH (Wahyuni, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy