//

KAJIAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT RABIES DI KECAMATAN KUTA PANJANG KABUPATEN GAYO LUES

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Saiful - Personal Name

Abstrak/Catatan

RINGKASAN SAIFUL. Kajian Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Masyarakat Terhadap Pencegahan Penyakit Rabies Di Kecamatan Kuta Panjang Kabupaten Gayo Lues. T. REZA FERASYI dan NURLIANA. Rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit hewan menular yang disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus, bersifat akut serta menyerang susunan saraf pusat, hewan berdarah panas dan manusia. Sebagian besar sumber penularan rabies ke manusia di Indonesia, disebabkan oleh gigitan anjing yang terinfeksi rabies (98%), dan lainnya oleh kera dan kucing. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Provinsi Aceh, kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) tahun 2014-2015 berjumlah 776 kasus, sejumlah 23 kasus berada di Kabupaten Gayo Lues, pada tahun 2014 ditemukan positif rabies sebanyak 3 kasus, sebelumnya pada tahun 2012, ditemukan 6 kasus rabies berada di Kecamatan Kuta Panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dengan karakteristik umur, pendidikan dan pendapatan masyarakat terhadap pencegahan penyakit rabies. Kajian ini dilakukan dalam bentuk survei dengan pendekatan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur terhadap 86 responden, data dianalisis secara statistik dengan uji Chi Square dan uji Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan dengan kategori baik (65,1%), dan buruk (34,9%), sikap dengan kategori baik (81,4%) dan buruk (18,6%), perilaku dengan kategori baik (64,0%) dan buruk (36,0%). Hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku dengan umur responden dengan nilai P < 0.05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (nyata). Pengetahuan, sikap dan perilaku dengan pendidikan responden dengan nilai P < 0.05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (nyata). Pengetahuan dengan pendapatan responden dengan nilai P < 0.05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan (nyata). Sikap dengan pendapatan responden dengan nilai P > 0.05 menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan. Perilaku dengan pendapatan responden dengan nilai P < 0.05 menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara p engetahuan dengan umur, pendidikan dan pendapatan terhadap pencegahan penyakit rabies. Terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dan perilaku dengan umur dan pendidikan terhadap pencegahan penyakit rabies. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dan perilaku dengan pendapatan terhadap pencegahan penyakit rabies.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PENCEGAHAN PENYAKIT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI KECAMATAN PASIE RAJA KABUPATEN ACEH SELATAN (YUNI FAJRI, 2014)

GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT FILARIASIS DI DESA BLANG KRUENG KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR (Julia Novita Astri, 2016)

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP TINDAKAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN BAITURRAHMAN (Azka Muda Adri, 2016)

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA LAMPULO, KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH TAHUN 2011 (Liza Muknisa, 2013)

PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR AKIBAT BANJIR DI GAMPONG LON ASAN KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH ACEH BESAR (EPI SUSANTI, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy