//

PENGARUH CAMPURAN EKSTRAK KULIT BAKAU DAN SERAI WANGI TERHADAP MORTALITAS DAN PERKEMBANGAN CROSIDOLOMIA PAVONANA (F)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Nozi Liansyah - Personal Name

Abstrak/Catatan

Nozi Liansyah 1105101050095. Pengaruh Campuran ekstrak kulit bakau dan ekstrak serai wangi terhadap mortalitas dan perkembangan Crosidolomia pavonana (F). Di bawah bimbingan Hasnah sebagai ketua dan Alfian Rusdy sebagai anggota RINGKASAN Crosidolomia pavonana (F) ( Lepidoptera: Crambidae) adalah hama penting tanaman family Brassicacae. Hama ini bersifat olifagus dengan tanaman inangnya antara lain pakcoi, lobak, sawi, selada, bunga kol dan brokoli. Indonesia memiliki banyak tumbuhan yang berpotensi sebagai insektisida nabati, antara lain tanaman bakau Rhizophora apiculata dan serai wangi Cymbopogon nardus. Tujuan penelitian ini untuk menentukan konsentrasi yang efektif dari campuran ekstrak kulit bakau dan serai wangi terhadap mortalitas dan perkembangan C. pavonana. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium hama Tumbuhan Program Studi Proteksi Tanaman dan Laboratorium Analisis Pangan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Unsyiah. Penelitian ini dimulai sejak April 2016 Sampai Mei 2016. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) berfaktor tunggal yang terdiri dari 5 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Peubah yang diamati meliputi persentase mortalitas larva, persentase penghambat makan, persentase pupa yang muncul, dan persentase imago yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi campuran ekstrak kulit bakau dan serai wangi berpengaruh terhadap Mortalitas larva dan penghambat makan. Persentase mortalitas larva C. pavonana tertinggi sampai pada pengamatan 6 HSA yaitu pada campuran 2 g ekstrak kulit bakau + 2 g ekstrak serai wangi mencapai 85% dan terendah pada perlakuan 1 g ekstrak kulit bakau + 3 g ekstrak serai wangi hanya 65%. Persentase penghambat makan larva C. pavonana pada pengamatan 6 HSA tertinggi dijumpai pada pada perlakuan tunggal 4 g ekstrak serai wangi mencapai 15,05% dan yang paling rendah pada perlakuan tunggal 4 g ekstrak kulit bakau yaitu 7,77%. Persentase pupa larva C. pavonana yang terbentuk tertinggi di jumpai pada perlakuan 1 g ekstrak kulit bakau + 3 g ekstrak serai wangi sebesar 35% dan yang terendah pada perlakuan 2 g ekstrak kulit bakau + 2 g ekstrak serai wangi yaitu 15%. Sedangkan Persentase imago C. pavonana yang muncul tertinggi pada perlakuan 4 g ekstrak serai wangi sebesar 30% dan yang terendah pada perlakuan 2 g ekstrak kulit bakau + 2 g ekstrak serai wangi yaitu 12,50%. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi campuran ekstrak kulit bakau dan serai wangi lebih efektif dari pada aplikasi secara tunggal.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH CAMPURAN EKSTRAK BUAH MAHKOTA DEWA DAN KULIT BUAH JERUK PURUT TERHADAP MORTALITAS DAN PERKEMBANGAN CROCIDOLOMIA PAVONANA (F.) (DWIMA NADHILA, 2017)

PENGARUH CAMPURAN EKSTRAK DAUN PEPAYA DAN BIJI JARAK KEPYAR TERHADAP MORTALITAS SERTA PERKEMBANGAN CROCIDOLOMIA PAVONANA (LEPIDOPTERA: PYRALIDAE) (Saudahrul Jannah, 2013)

ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI PEMASARAN USAHATANI SERAI WANGI DI KECAMATAN DABUN GELANG KABUPATEN GAYO LUES (LINDA RAHMAYANTI, 2016)

PROSES PERALIHAN USAHA TANI NILAM KE SERAI WANGI DI KECAMATAN DABUN GELANG KABUPATEN GAYO LUES 1998-2014 (VERA, 2016)

KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETANI SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS) (STUDI DI GAMPONG TERANGUN KECAMATAN TERANGUN KABUPATEN GAYO LUES) (Dedi Iskandar, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy