//

OUTCOME PASIEN PNEUMONIA KOMUNITAS DI RUANG RAWAT INAP PARU RUMAH SAKIT DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH PERIODE APRIL 2012-APRIL 2013

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Muhammad Taufik - Personal Name
SubjectPNEUMONIA - MEDICINE

Abstrak/Catatan

Pneumonia komunitas (community acquired pneumonia / CAP) adalah infeksi pada parenkim paru yang menjadi penyebab kematian tertinggi pada lanjut usia. Penyakit ini ditangani dengan tindakan terapi antibiotik oleh dokter paru. Dari hasil terapi tersebut akan didapatkan outcome pasien dengan hasil hidup atau meninggal setelah rawat inap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hal-hal yang berkaitan dengan outcome pasien pneumonia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif yang dilakukan pada pasien pneumonia di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin Banda Aceh yang ditangani dengan rawat inap pada periode 2011-2012. Sampel berjumlah 20 reponden yang akan dianalisis menggunakan tabel distribusi frekuensi. Dari hasil penelitian didapatkan outcome terbanyak adalah hidup 65,0%, usia pasien pada kelompok usia 40-64 tahun 45,0%, jenis kelamin laki-laki sebanyak 65,0%, penggunaan antibiotik levofloxacin sebanyak 40,0% dan tingkat mortalitas sangat rendah dan rendah sebanyak 25,0%. Dari keseluruhan dapat disimpulkan outcome yang terbanyak dengan kategori hidup, usia terbanyak pada kelompok usia 40-64 tahun, jenis kelamin terbanyak pada laki-laki dan tingkat mortalitas terbanyak sangat rendah dan rendah. Kata kunci: outcome, antibiotik, tingkat mortalitas Community acquired pneumonia (CAP) is an infection disease of lung parenchyma and important cause of mortality in elderly. The disease is treated with antibiotics therapy by pulmonary specialist . Based on results of the therapy, would be obtained outcomes of patients devided into two, live outcome or death outcome after hospitalization .The purpose of this study is to describe variables related to patient outcomes. This is a retrospective-descriptive study carried out in in dr . Zainoel Abidin Banda Aceh General Hospital, period of 2011-2012. Among 20 respondents were analyzed using frequency distribution tables. In the adjusted analysis, the highest outcome was 65.0% live, the age of 40-64 years as much 45.0 % ,male as much 65.0 %, the use of antibiotic levofloxacin as much 40.0 %, the very low and low mortality rate as much 25.0%. From overall outcomes can be concluded that the highest outcome was at life category, the group of age most at 40-64 years of age, the most was men, and the mortality rate was very low and low. Keywords : outcomes, antibiotics, mortality rate

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

GAMBARAN LAMA RAWAT INAP DAN USIA PADA RNPENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIFRNKRONIK EKSASERBASI AKUT DENGANRNPNEUMONIA DI RUANG RAWAT INAPRNPARU RSUDZA BANDA ACEHRNTAHUN 2009-2011 (YURIZNA ALMIRA NST, 2015)

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT PELAKSANA DENGAN PENCEGAHAN PNEUMONIA PADA PASIEN TIRAH BARING DI RUANG RAWAT INAP KELAS III RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2012 (HAIRANISA, 2014)

ANALISA KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (TRISIA WELNI, 2015)

PENINGKATAN PROCALCITONIN UNTUK MENILAI DERAJAT SEPSIS PADA PASIEN PNEUMONIA (Wachyoe Hadi Saputra, 2014)

PENYEBAB LAMA RAWAT INAP PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK DI SMF PULMONOLOGI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH PERIODE JUNI - DESEMBER 2011 (Winda Madarahmi, 2014)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy