//

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERKAIT PEREDARAN PRODUK KOPI ILEGAL YANG MENGANDUNG BAHAN KIMIA OBAT BERBAHAYA (SUATU PENELITIAN DI KOTA LHOKSEUMAWE)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang GIA NASYILA - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK GIA NASYILA, PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERKAIT PEREDARAN PRODUK KOPI ILEGAL YANG MENGANDUNG BAHAN KIMIA OBAT BERBAHAYA (Suatu Penelitian di Kota Lhokseumawe) FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SYIAH KUALA (vi,72) pp.,bibl.,tabl.,app. Yusri, S.H., M.H Dalam Pasal 4 huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, jo Pasal 111 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, jo Pasal 67 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan. Mengatur bahwa Hak konsumen atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan atau jasa. Indonesia sebagai negara hukum mengharuskan semua pihak apabila melakukan tindakan harus berlandasan pada hukum. Tindakan pelaku usaha dalam mengedarkan kopi yang mengandung bahan kimia obat berbahaya dapat membahayakan kesehatan konsumen yang mengkonsumsi dan dapat dikatan bertentangan dengan kewajiban pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perlindungan hukum bagi konsumen terkait peredaran produk kopi ilegal yang mengandung bahan kimia obat berbahaya di Kota Lhokseumawe, tanggung jawab pelaku usaha terhadap kerugian konsumen akibat mengkonsumsi kopi yang mengandung bahan kimia obat berbahaya serta upaya instansi terhadap peredaran produk kopi ilegal yang mengandung bahan kimia obat berbahaya. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan penelitian yuridis empiris. Data diperoleh dari penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan cara membaca buku-buku, teks dan peraturan perundang-undangan. Penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Indonesia belum memberikan perlindungan hukum sepenuhnya kepada konsumen karena masih beredarnya produk kopi ilegal yang mengandung BKO berbahaya. Tanggung jawab pelaku usaha dalam kasus peredaran produk kopi Sakao 39 yang mengandung BKO yaitu dengan melakukan penarikan produk tersebut dari peredaran masyarakat, belum ada tuntutan ganti rugi dari konsumen disebabkan tidak adanya pengaduan dan gugatan dari konsumen kepada pelaku usaha. Upaya instansi terkait terhadap peredaran produk kopi Sakao 39 yaitu dengan melakukan pengawasan, pemeriksaan laboratorium, pembinaan, pemberian sanksi, dan pendidikan konsumen. Disarankan agar terciptanya rasa aman dalam mengkonsumsi produk pangan, maka pelaku usaha harus memiliki itikad yang baik dalam memasarkan produknya. Diharapkan kepada konsumen lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi suatu produk serta instansi terkait harus lebih meningkatkan pengawasan agar tidak ada lagi pelaku usaha yang mengedarkan produk yang tidak layak edar.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERHADAP PEREDARAN KOSMETIK YANG MENCANTUMKAN NOMOR IZIN EDAR FIKTIF DI KOTA BANDA ACEH (Yana Indah Pertiwi, 2018)

PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PENJUALAN JAMU YANG MENGANDUNG BAHAN BERBAHAYA (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (Arnia Syafitri, 2018)

PERLINDUNGAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK KECANTIKAN YANG DIPERDAGANGKAN SECARA ONLINE TERKAIT DENGAN OBAT PELANGSING (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (NATASHA AMELIA, 2017)

TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA FARMASI TERHADAP PEREDARAN OBAT KERAS DAFTAR G DIKAITKAN DENGAN PERLINDUNGAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA BANDA ACEH (M YAFI ZHAFRAN, 2019)

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENGGUNA OBAT PELANGSING YANG BERBAHAYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (BELLA SUKMA PRATIWI, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy