//

PROSES PRODUKSI BIODIESEL DARI BIJI PANDAN LAUT (PANDANUS TECTORIUS P.) MELALUI TRANSESTERIFIKASI IN SITU MENGGUNAKAN BANTUAN GELOMBANG MIKRO, GELOMBANG ULTRASONIK DAN PENGADUK MEKANIK

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Mahlinda - Personal Name
SubjectFUEL OILS
BIODIESEL FUEL
Bahasa Indonesia
Fakultas Prrogram Studi Doktor Ilmu Teknik Universitas Syiah Kuala
Tahun Terbit 2018

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Biodiesel mengacu pada Fatty Acids Methyl Ester (FAME) berasal dari minyak nabati atau lemak hewani yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk minyak diesel konvensional pada mesin diesel, karena sifatnya yang sangat dengan dengan karakteristik bahan bakar diesel. Penggunaan minyak sayur atau lemak hewani sebagai bahan baku biodiesel mendapatkan perhatian yang besar karena dalam jangka panjang bahan baku tersebut akan bersaing dengan persediaan bahan baku untuk manusia. Olah karena itu, penggunaan material yang tidak dapat dikonsumsi oleh manusia seperti biji pandan laut (Pandanus tectorius) dapat memberikan kontribusi signifikan jika digunakan sebagai sumber bahan baku untuk memproduksi biodiesel. Biji pandan laut merupakan salah satu bahan baku menjanjikan yang belum banyak dipelajari secara khusus sebagai bahan baku biodiesel karena mudah beradaptasi; selain itu, kandungan minyak dalam bijinya sangat tinggi mencapai 47,25%. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk mengekplorasi potensi dari biji ini untuk memproduksi biodiesel. Penelitian fokus pada proses produksi biodiesel dari biji pandan laut secara transesterifikasi in situ. Variabel yang berpengaruh terhadap rendemen biodiesel, analisa phisiko-kimia dan komponen, kinetika reaksi dan perhitungan konsumsi energi listrik akan di proses menggunakan tiga peralatan yang berbeda (mikrowave, ultrasonik dan pengaduk mekanik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen biodiesel tertinggi yang diperoleh masing-masing: (a) mikrowave (88,12%) pada daya mikrowave 450 watt, rasio metanol 25:1 (g/g), katalis KOH 5% dan waktu reaksi 4 menit; (b) ultrasonik (86,38%) pada temperatur reaksi 65 oC, rasio metanol 25:1 (g/g), katalis KOH 5% dan waktu reaksi 80 menit; (c) pengaduk mekanik (83,38%) pada temperatur reaksi 65 oC, rasio metanol 25:1 (g/g), katalis KOH 5%, waktu reaksi 240 menit dan putaran pengaduk 400 rpm. Hasil pengujian dari karakteristik fisiko-kimia (viskositas, densitas dan bilangan asam) menunjukkan semua parameter ini telah memenuhi persyaratan SNI 7182-2012. Analisa komponen FAME menggunakan GC-MS menunjukkan komponen biodiesel dari biji pandan laut adalah methyl palmitate, methyl linoleate, methyl octadec, methyl oleate dan methyl stearate. Kalkulasi total energi listrik dari tiga jenis peralatan yang berbeda tersebut adalah: mikrowave 0,08153 kWh, ultrasonik 1,428 kWh dan pengaduk mekanik 5,156 kWh, ini mengindikasikan bahwa peralatan mikrowave lebih efisien dari peralatan lainnya untuk memproduksi biodiesel. Kinetika reaksi transesterifikasi in situ dari biji pandan laut menggunakan peralatan gelombang mikro, gelombang ultrasonik dan pengaduk mekanik dapat dilakukan dengan model orde dua. Kata kunci : pandan laut, biodiesel, transesterifiksi in situ, rendemen, kualitas ABSTRACT Biodiesel refers to Fatty Acids Methyl Ester (FAMEs) from vegetable oils or animal fats can be used as an alternative to conventional diesel in diesel engines, because its properties are very close to petroleum diesel characteristics. The use of edible oils or animal fats for biodiesel feedstock has recently been of great concern because they compete with human food supply in the long term. Hence, the contribution non-edible materials such as screw pine seed (Pandanus tectorius) will be significant if used as a feedstocks for biodiesel production. Screw pine seed is one of the promising materials that has not been studied spesifically for biodiesel feedstocks because it is very adaptable; more over, its seeds have a high oil content of approximatly 47,25%. Therefore, this study tends to explore the potentials of this seeds for the production of biodiesel. This research focus on the production of biodiesel from screw pine seed via in situ transesterification. The variable affected to biodiesel yields, analysis of physico-chemical and component, kinetics of reaction and electrical energy calculation were processed used three different apparatus (microwave, ultrasound and mechanical stirrer). The result showed that the highest biodiesel yield respectively: (a) microwave (88,12%) at microwave power 450 watt, methanol ratio 25:1 (w/w), KOH catalyst 5% and reaction time 4 minutes; (b) ultrasound (86,38%) at reaction temperature 65 oC, methanol ratio 25:1 (w/w), KOH catalyst 5% and reaction time 80 minutes; (c) mechanical stirrer (83,38%) at reaction temperature 65 oC, methanol ratio 25:1 (w/w), KOH catalyst 5%, reaction time 240 minutes and stirrer speed 400 rpm. Test result of physico-chemical properties (viscosity, density and acid value) showed all these parameters conform with SNI 7182-2012. The analyses of FAME component by GC-MS showed the major component of biodiesel from screw pine seed was methyl palmitate, methyl linoleate, methyl octadec, methyl oleate and methyl stearate. Total electrical energy calculation of three different apparatus were: microwave 0,08153 kWh, ultrasound 1,428 kWh and mechanical stirrer 5,156 kWh/process, this indicated that microwave apparatus is more efficient than another apparatus to produce biodiesel. Kinetics of in situ transesterification of screw pine seed using microwave, ultrasound and mechanical stirrer can be done with second orde model. Keywords: screw pine, biodiesel, in situ trasesterification, yield, quality

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PEMANFAATAN AMPAS KELAPA (COCOS NUCIFERA) MENJADI BIODIESEL MENGGUNAKAN RADIASI GELOMBANG MIKRO (MICROWAVE) (LANCY MAURINA, 2017)

PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK BIJI BINTARO MENGUNAKAN ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS)SEBAGAI KATALIS (NURIZA, 2018)

PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK BIJI BINTARO MENGGUNAKAN ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS) SEBAGAI KATALIS (MELIZA GHARSINA, 2018)

KONFERSI MINYAK JELANTAH MENJADI BIODIESEL MENGGUNAKAN KATALIS KALSIUM OKSIDA (CAO) DARI CANGKANG TELUR (Nova Mauliza, 2017)

KAJI EKPERIMENTAL PERFORMNASI MESIN DIESEL DENGAN PEMANFAATAN BAHAN BAKAR NABATI DARI BIJI KARET ( HEVEA BRASILIENSIS) (SAMSUL BAHRI, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy