//

Pengaruh Parameter Pemotongan dan Ketebalan Plat Terhadap Kualitas Lubang untuk Benda Kerja Baja Karbon Sedang pada Proses Drilling.

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang NURDINSYAH - Personal Name
SubjectMACHINERY
DRILLING
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Teknik
Tahun Terbit 2013

Abstrak/Catatan

PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN DAN KETEBALAN PLAT TERHADAP KUALITAS LUBANG UNTUK BENDA KERJA BAJA KARBON SEDANG PADA PROSES DRILLING NURDINSYAH 0604102010095 Kelompok Bidang Keahlian Produksi Pemesinan Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala ABSTRAK Masalah yang sering terjadi pada proses pembuatan lubang adalah terjadinya burr pada benda yang di drilling. Burr merupakan bahagian dari benda kerja yang dipotong yang masih melekat pada komponen benda kerja yang dibuat, sekarang ini proses pembuatan lubang juga telah dapat dilakukan pada mesin bubut dan juga mesin CNC Milling. Pada penelitian ini mesin yang digunakan yaitu Mesin CNC Milling AGMA (A-8). Untuk mata pahat drilling HSS diameter 4 mm dan benda kerja baja karbon sedang dengan ketebalan 2 mm, 3 mm dan 4 mm dengan kecepatan potong 30 m/min, 60 m/min, 80 m/min dan 90 m/min serta gerak makan 0,05 mm/put, 0,1 mm/put, 0,15 mm/put dan 0,2 mm/put, sedangkan alat untuk mengukur burr menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,01 mm. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan burr minimal plat baja karbon sedang yaitu dengan cara mendapatkan kombinasi parameter pemotongan yang ideal untuk ketebalan plat 2 mm, 3 mm dan 4 mm. Dari hasil penelitian burr yang terkecil untuk plat 2 mm, diperoleh pada kecepatan potong 30 m/min dan gerak makan 0,05 mm/put dengan ketinggian burr 0,6 mm, sedangkan burr terkecil untuk plat 3 mm, diperoleh pada kecepatan potong 30 m/min dan gerak makan 0.05 mm/put dengan ketinggian burr 0,6 mm. Untuk proses pemotongan pada plat 4 mm burr yang terjadi tidak dapat diminimalisir, karena gaya pemotongan dan temperature yang tinggi dapat mengakibatkan gaya gesekan yang tinggi antara pahat dengan benda kerja yang menghasilkan geram kontinyu dengan Built - Up Edge (BUE) sehingga burr yang terbentuk semakin besar. Burr yang terkecil pada plat ini diperoleh pada kecepatan 90 m/min dan gerak makan 0,1 mm/put dengan ketinggian burr mencapai 1,2 mm. Kata Kunci: Parameter Pemotongan, Burr, Proses Drilling.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN TERHADAP KERUSAKAN MATERIAL KOMPOSIT LAMINAT DENGAN PENGUAT SERAT KACA PADA PROSES DRILLING (Nur Kholis, 2014)

PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN PADA PROSES DRILLING UNTUK MATERIAL KOMPOSIT DENGAN PENGUAT SERAT KACA (balkia, 2013)

PEMILIHAN SUDUT UTAMA PAHAT DAN KOMBINASI PARAMETER PEMOTONGAN YANG SESUAI UNTUK MEMINIMALISIR TERJADINYA BURR PADA PROSES GURDI (Muhammad Zahir Shah, 2016)

PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN TERHADAP GAYA TEKAN DAN PROFIL BURR PADA PROSES GURDI (Andi Zairawan, 2016)

MENGUJI KEBULATAN PENGGUNAAN PAHAT KARBIDA DAN HSS HASIL PROSES CIRCULAR INTERPOLATION CUTTING PADA MESIN AGMA A-8 MENGGUNAKAN BAJA KARBON SEDANG (Ipal Febri Narta, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy