//

PERENCANAAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DENGAN METODE FORMULA DINAMIS ( STUDI KASUS PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN KRUENG CUT-BANDA ACEH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Binsar Muharry L. Tobing - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Pondasi adalah bagian penting dalam suatu bangunan, dimana pondasi menjadi struktur bagian bawah (sub-structure) bagi setiap bangunan sipil, termasuk jembatan. Penelitian ini meninjau daya dukung pondasi tiang pancang dengan metode formula dinamis pada pembangunan Jembatan Krueng Cut. Jembatan Krueng Cut ini dilewati oleh kendaraan berat, karena jembatan ini menghubungkan antara kawasan kota menuju ke pelabuhan Malahayati demikian juga sebaliknya. Ruang lingkup penulisan adalah melakukan perhitungan kapasitas daya dukung dinamis tiang pancang abutment 2 dengan menggunakan data pemancangan (kalandering) pada pembangunan Jembatan Krueng Cut-Banda Aceh, dengan menggunakan sepuluh rumus dinamis masing-masing adalah metode Janbu, AASHTO, ENR Modified, Danish, Eytelwein, Gates, Navy-Mckay, Canadian National Building, Pasific Coast Uniform Building Code (PCUBC), dan Hiley, penggunaan perhitungan formula dinamis ini bertujuan untuk mengkontrol daya dukung tiang di lapangan. Dari penelitian ini diketahui bahwa semakin kecil nilai penetrasi maka nilai daya dukung tiang yang dihasilkan akan semakin besar, begitu juga sebaliknya semakin besar nilai penetrasi maka nilai daya dukung tiang yang dihasilkan akan semakin kecil. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini berupa nilai daya dukung tiang pancang di lapangan, daya dukung yang dihasilkan pada penggunaan setiap metode formula dinamis dengan nilai kalendering (final set) 1,0 mm pada PC-280 masing-masing adalah, metode Janbu = 122,818 ton, metode AASTHO = 1704,545 ton, metode ENR-Modified = 460,69 ton, Metode Navy-McKay = 484,91 ton, metode Gates = 1191,55 ton, metode Danish = 168,186 ton, metode Eytelwein = 105,31 ton, metode CNB = 59,031 ton, metode PCUBC = 52,026 ton, dan metode Hiley = 69,572 ton. Dari nilai di atas disimpulkan bahwa penggunaan metode Janbu, AASHTO, ENR Modified, Danish, Eytelwein, Gates,dan Navy-Mckay memiliki resiko yang rendah apabila digunakan sebagai control daya dukung tiang di lapangan. Sedangkan penggunaan metode Canadian National Building, Pasific Coast Uniform Building Code (PCUBC), dan Hiley memiliki resiko yang tinggi. Nilai daya dukung tiang yang paling besar diperoleh dengan menggunakan metode AASTHO dan Gates, sedangkan nilai daya dukung yang paling kecil didapatkan dengan menggunakan metode Canadian National Building, Pasific Coast Uniform Building Code (PCUBC), dan Hiley. Kata kunci : pondasi, daya dukung tiang, metode formula dinamis, kalandering (final set),

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERENCANAAN DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DENGAN FORMULA DINAMIS METODE DANISH, AASHTO DAN NAVY-MC KAY ( STUDI KASUS PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN LAMNYONG - BANDA ACEH ) (Yunita Sylvia, 2016)

TINJAUAN KAPASITAS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DENGAN FORMULA DYNAMIC METODE EYTELWEIN, NAVY-MC KAY DAN GATES PADA LAPISAN PASIR BERPOTENSI LIKUIFAKSI ( STUDI KASUS PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN LAMNYONG) (RAJA MAHESA, 2017)

ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DENGAN METODE DINAMIC EYTELWEIN DAN ENGINEERING NEW-RECORD DIBANDINGKAN DENGAN HASIL PDA ( STUDI KASUS PADA PEMBANGUNAN GEPP ARUN 184 MW LHOKSEUMAWE – ACEH ) (Muhammad Syarif, 2016)

ANALISA PRODUKTIVITAS PILE DRIVER DIESEL HAMMER PADA PEKERJAAN PEMANCANGAN TIANG PANCANG PADA PROYEK PENGGANDAAN JEMBATAN KRUENG CUT KOTA BANDA ACEH. (Khalidi, 2017)

TINJAUAN PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG PADA PELABUHAN INTERNATIONAL HUB PORT SABANG DENGAN METODE TOMLINSON-BROMS DAN PROGRAM PLAXIS (Yusrizal Muhiddin, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy