//

PERKEMBANGAN PELABUHAN ULEE LHEUE PASCA TSUNAMI (2005-2016)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Nurul Aini - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Aini,Nurul.2017. Perkembangan Pelabuhan Ulee Lheue Pasca Tsunami 2005-2016. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Universitas Syiah Kuala.Pembimbing: (1) Dr. Alamsyah.M.Si (2) Drs.ZainalAbidin,Aw.M.Si. Kata kunci: Perkembangan, Pelabuhan. Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi lautan luas sehingga diperlukan infrastruktur transportasi yang memadai untuk dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Pelabuhan Ulee Lheue sebagai salah satu prasarana yang mendukung kemajuan transportasi laut di Banda Aceh.Penelitian ini mengangkat masalah tentang transportasi yang ada di Kota Banda Aceh, khususnya transportasi penyebrangan laut yaitu pelabuhan Ulee Lheue pasca tsunami Aceh 2004 sampai 2016. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji latar belakang pembangunan Pelabuhan Ulee Lheue sebelum dan sesudah Tsunami Aceh 2004, untuk mengetahui bagaimana perkembangan pembangunan pelabuhan Ulee Lheue pasca tsunami dan perkembangan pengelolaan Pelabuhan Ulee Lheue pasca tsunami Aceh pada tahun 2004 hingga 2016. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode sejarah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara observasi lapangan, dokumentasi, wawancara dan studi kepustakaan. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan cara kritik sumber atau verifikasi dan penafsiran sumber serta teknik penulisan menggunakan sistematika historiografi. Hasil penelitian diperoleh pelabuhan Ulee Lheue dibangun oleh pihak militer Belanda pada tahun 1876 dan ditutup pada tahun 80-an dengan berbagai faktor dan dialikan ke Pelabuhan Malahayati, sampai pada akhirnya dibangun dan dikelola kembali pada awal tahun 2000-an oleh pihak Pemko Banda Aceh melalui UPTD Pelabuhan Ulee Lheue Dishubkominfo Banda Aceh dengan gedung perkantoran terdiri dari 3 lantai. Pada tahun 2004 seluruh fasilitas pada pelabuhan Ulee Lheue rusak akibat bencana tsunami yang menimpa hampir seluruh wilayah Aceh. Pada bulan Juni 2005 pemerintah Australia melalui Australia Indonesia Partnership for Reconstruction and Development (AIPRD) memberikan bantuan kepada UNDP untuk menjalankan tahap 1 dalam pembangunan kembali pelabuhan, namun pembangunan pada masa itu hanya difokuskan untuk melayani kebutuhan transportasi logistik via laut guna membantu rekonstruksi Kota Banda Aceh dan daerah lainnya yang terkena dampak bencana tsunami. Dan dilanjutkan kembali dengan pembangunan fasilitas tahap 2 pada tahun 2007-2008. Hingga sekarang hanya ada beberapa penambahan fasilitas saja.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERSEPSI PENGGUNA SERTA FAKTOR-FAKTOR PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA PELABUHAN PENYEBERANGAN ULEE LHEUE (rio oktaparizki, 2017)

STUDI PERBANDINGAN PASANG SURUT DI PELABUHAN PENYEBERANGAN ULEE LHEUE DAN DI PELABUHAN BARANG PT. LAFARGE CEMENT LHOKNGA (RIZAL FAHMI, 2014)

ANALISIS SEDIMENTASI KOLAM PELABUHAN ULEE LHEUE PADA KONDISI RE-DESIGN BREAKWATER DENGAN MENGGUNAKAN PIRANTI LUNAK DELFT3D (Cut Rizky Ananda, 2018)

ANALISIS LOGAM PB PADA SEDIMEN DI KAWASAN KOLAM LABUH PELABUHAN ULEE LHEUE KOTA BANDA ACEH (Rizki Rajuliansyah Lubis, 2019)

KOTA CALANG PASCA TSUNAMI, (SATU TINJAUAN PERKEMBANGAN INFRASTRUKTUR, 2005-2017) (Chandra Seba, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy