//

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP FUNGSI HUTAN MANGROVE DALAM UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA (STUDI KASUS LOKASI PENELITIAN DI GAMPONG LAMTEH KABUPATEN ACEH BESAR DAN GAMPONG PANDE KOTA BANDA ACEH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Said Khairullah - Personal Name
SubjectMANGROVES
DISASTER - SOCIAL SERVICES
FOREST ECOLOGY
Bahasa Indonesia
Fakultas Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala
Tahun Terbit 2017

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Tesis ini membahas tentang persepsi masyarakat terhadap fungsi hutan mangrove dalam upaya pengurangan risiko bencana. Persepsi adalah proses internal yang memungkinkan kita menghadapi lingkungan, sehingga dampak dari bencana dapat diminimalkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer (field research) dan data sekunder (library research). Hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang hutan mangrove dari Gampong Pande Kota Banda Aceh dan Gampong Lamteh Kabupaten Aceh besar, jumlah responden sebanyak 50 orang dengan tingkat persentase pengetahuan 100% sangat baik. Tingkat motivasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan hutan mangrove untuk gampong lamteh 40% menyatakan sangat baik dan 60% baik, sedangkan untuk gampong Pande 60% sangat baik dan 40% baik. Dengan tingkat motivasi yang tinggi akan mempengaruhi sikap dan mendorong masyarakat untuk ikut serta dalam menjaga dan melestarikan hutan mangrove, hal ini terlihat dari 72% sikap masyarakat sangat baik dan 28% baik untuk Gampong Lamteh dan Gampong Pande sebesar 72% sangat baik dan 28% baik artinya masyarakat Gampong Lamteh dan Gampong Pande mau terlibat dalam upaya menjaga dan melestarikan hutan mangrove. Hal ini menunjukkan bahwa Masyarakat di Gampong Lamteh dan Gampong Pande memiliki persepsi bahwa hutan mangrove merupakan aset milik umum (common property) sehingga mereka merasa berhak mengelola hutan mangrove dan memiliki kewajiban memelihara kelestarian hutan mangrove. Tingkat persepsi masyarakat terhadap fungsi hutan mangrove pada ketegori baik dan sangat baik. Masyarakat juga berpendapat bahwa hutan mangrove memiliki banyak fungsi (fungsi majemuk) yaitu sebagai tempat eko-wisata/ecotourism (fungsi sosial), mencegah banjir/erosi (fungsi ekologi), tempat mencari penghasilan (fungsi ekonomi), dan fungsi lainnya. Kata kunci : Persepsi, Masyarakat, Pengurangan Risiko Bencana.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENERAPAN STRATEGI CO-MANAGEMENT UNTUK MENANGGULANGI BENCANA BANJIR (IE TUARA) DI GAMPONG LEUGE KABUPATEN ACEH TIMUR (Syubbah Abdi, 2017)

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONSERVASI HUTAN MANGGROVE DAN BENCANA DI DESA LEUGE KABUPATEN ACEH TIMUR (Muhammad Fajrianda, 2018)

PEMETAAN SEBARAN DAN LUASAN HUTAN MANGROVERNDI KECAMATAN LEUPUNG, KABUPATEN ACEH BESARRNDENGAN MENGGUNAKAN DATA CITRA LANDSAT 8 (PAWIT TRIMANTO, 2015)

PEMANFAATAN HABITAT OLEH MONYET EKOR PANJANG (MACACA FASCICULARIS) DI KAWASAN PROGRAM REHABILITASI HUTAN MANGROVE GAMPONG PANDE KECAMATAN KUTA RAJA KOTA BANDA ACEH (Dika Faulizar, 2016)

KAJIAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKATPASCA PROGRAM DESA TANGGUH BENCANA DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPABUMI DAN TSUNAMI DI GAMPONG PAYA TIENG KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR (M. Dedy Jumaidy, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy