//

PENGARUH PENGGUNAAN GONDORUKEM SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI KE DALAM CAMPURAN ASPAL PORUS PADA PENGUJIAN MARSHALL DAN ASPHAL

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Asrarul Maula - Personal Name

Abstrak/Catatan

Aspal adalah material yang digunakan sebagai bahan pengikat pada pekerjaan perkerasan lentur jalan. Aspal porus merupakan campuran aspal dengan proporsi agregat halus yang rendah untuk mendapatkan ruang pori yang tinggi. Perkerasan aspal porus memiliki permukaan yang kasar sehingga tingkat kekesatannya pun tinggi untuk menghindari slip pada roda kendaraan. Aspal porus memiliki stabilitas yang rendah namun memiliki permeabilitas tinggi yang disebabkan oleh banyaknya rongga antar agregat. Genangan air yang sering terjadi terutama setelah hujan bisa menjadi masalah terhadap ketahanan aspal. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mencegah permasalahan ini adalah penggunaan aspal porus untuk digunakan dalam pekerjaan perkerasan jalan. Pada penelitian ini digunakan gondorukem sebagai bahan substitusi pada campuran aspal porus untuk meningkatkan nilai stabilitas pada campuran perkerasan. Gondorukem merupakan hasil destilasi/penyulingan getah dari pohon pinus merkusii yang berbentuk padat berwarna kuning jernih sampai kuning tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gondorukem sebagai bahan substitusi aspal penetrasi 60/70 terhadap karakteristik campuran aspal porus, berdasarkan metode Australia yaitu dengan parameter nilai kadar rongga dalam campuran (Voids In Mix) dan Asphalt Flow Down (AFD). Pembuatan benda uji untuk penentuan kadar aspal optimum (KAO) digunakan metode Australia dengan parameter nilai Cantabro Loss (CL), Asphalt Flow Down (AFD), dan Voids In Mix (VIM). Gradasi mengikuti gradasi terbuka dengan kadar aspal yang digunakan adalah 4,5 %; 5%; 5,5%; 6%; dan 6,5% tanpa variasi penggunaan gondorukem. Selanjutnya dilakukan pengujian dan perhitungan Marshall dan AFD untuk mendapatkan KAO. Setelah KAO diperoleh, dibuat benda uji pada KAO dan variasi ± 0,5 dari nilai KAO dengan variasi penggunaan gondorukem sebesar 2%, 4%, 6%, dan 8%. Pada kadar aspal optimum terbaik diperoleh nilai stabilitas sebesar 554,81 kg, nilai VIM sebesar 18,04%, dan nilai AFD sebesar 0,28%.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PEMANFAATAN GONDORUKEM KE DALAM ASPAL PENETRASI 60/70 PADA CAMPURAN ASPAL PORUS (Affirnando Selian, 2017)

PENGARUH SUBSTITUSI GONDORUKEM KE DALAM ASPAL PENETRASI 60/70 TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PORUS (LENI ARLIA, 2017)

KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PORUS DENGAN BUTON GRANULAR ASPHALT SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DAN STYROFOAM SUBSTITUSI ASPAL PEN 60/70 (FEBBY SALSHA NABILLA, 2018)

PENGARUH SUBSTITUSI STYROFOAM SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TERHADAP PERMEABILITAS DAN RNDURABILITAS CAMPURAN ASPAL PORUS (Lathifah Husna, 2014)

PENGARUH SUBSTITUSI GONDORUKEM PADA ASPAL PEN 60/70 DAN ABU AMPAS TEBU SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK LASTON AC-WC (MUHAMMAD RIZKY MULYA, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy