Search :

Advance


TINDAK PIDANA EKSPLOITASI TERHADAP ANAK MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK (Suatu Penelitian Di Wilayah Kota Banda Aceh)

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Joni Fernando - Personal Name
Subyek CRIMINAL-LAW
CHILDREN
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Hukum
Tahun Terbit 2014

Abstrak/Catatan

ABSTRAK JONI FERNANDO, TINDAK PIDANA EKSPLOITASI TERHADAP 2014 ANAK MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala ( v, 52), pp., tabl., bibl. (MAHFUD, S.H., LLM) Eksploitasi anak merupakan perbuatan yang dilarang oleh undang-undang, karena perbuatan ini melanggar hak-hak anak dan memberikan dampak buruk bagi perkembangan anak. Dalam Pasal 13 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak disebutkan bahwa setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain manapun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan eksploitasi baik secara ekonomi dan/atau seksual. Namun pada kenyataannya masih saja terjadi praktek eksploitasi terhadap anak. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana eksploitasi, bentuk perlindungan hukum terhadap anak korban eksploitasi, dan kendala yang dihadapi serta upaya yang dilakukan untuk menanggulangi tindak pidana eksploitasi anak. Untuk memperoleh data di dalam penelitian ini dilakukan melalui penelitian kepustakaan yang dilakukan guna memperoleh data sekunder dan penelitian lapangan yang dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada beberapa faktor penyebab terjadinya tindak pidana eksploitasi terhadap anak, seperti faktor kemiskinan, gaya hidup matrealistis anak, dan kepentingan pengusaha. Bentuk perlindungan khusus terhadap anak korban eksploitasi tertuang dalam Pasal 59 UU No. 23 Tahun 2002 yang mewajibkan pemerintah dan masyarakat untuk bertanggung jawab memberikan perlindungan kepada anak yang tereksploitasi baik secara ekonomi dan/atau seksual. Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan kemampuan aparat penegak hukum dalam memahami hukum anak dan hak anak, kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat, gaya hidup matrealistis anak dan orang tua, dan kesadaran hukum korban. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberi sosialisasi kepada masyarakat luas arti pentingnya hak-hak anak dan mengefektifkan sanksi terhadap pelaku tindak pidana eksploitasi terhadap anak. Saran yang dapat diberikan adalah bagi para orang tua dan pengusaha sebaiknya mengkaji kembali kerugian jika mempekerjakan anak pada sektor berbahaya dan bagi pemerintah hendaknya mensosialisasikan Undang-Undang yang berkaitan dengan tindak pidana eksploitasi dan Konvensi Hak Anak kepada masyarakat luas agar praktek eksploitasi ini bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENYELESAIAN KEKERASAN FISIK TERHADAP ANAK DI WILAYAH HUKUM POLRES BIREUEN (Hassanein Heikal Hamdani, 2017)

STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI JANTHO NOMOR : 229/PID.B/2013/PN-JTH TENTANG TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG (ernifa, 2014)

TINJAUAN YURIDIS PERKOSAAN TERHADAP LAKI-LAKI (Darashynny, 2015)

TINDAK PIDANA MELAKUKAN EKSPLOITASI ANAK SECARA EKONOMI SEBAGAI PENGEMIS (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (LISMAIDA, 2016)

TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN ANAK (STUDI KASUS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI PADANGSIDIMPUAN NOMOR 89/PID.SUS/2015/PN.PSP) (ZHIAUL MUQADDASI, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.