//

PERANAN MIKORIZA PADA BERBAGAI TINGKAT CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L MERRIL)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang FITRIANA - Personal Name
SubjectSOYBEANS - FIELD CROP
FUNGICIDES - AGRICULTURAL USE
Bahasa Indonesia
Fakultas PROGRAM STUDI MAGISTER AGROEKOTEKNOLOGI PROGRAM PASCASARJANA FAKUTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Tahun Terbit 2018

Abstrak/Catatan

Fitriana.“Peranan Mikoriza Pada Berbagai Tingkat Cekaman Kekeringan terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L Merrill)” dibawah bimbingan Ashabul Anhar sebagai pembimbing ketua dan Syafruddin sebagai pembimbing anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana mikoriza mampu mendukung pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah Inseptisol yang disebabkan oleh cekaman kekeringan. Penelitian ini dilakukanpada tanggal Juni sampai Oktober 2016 di Rumah Kasa dan laboratorium Biologi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok 2 faktorial (mikoriza dan Cekaman kekeringan) dengan 3 ulangan. Faktor perlakuan mikoriza(M) terdiri dari: tanpa mikoriza dan 40 g polibag-1. Faktor cekaman kekeringan (I) meliputi: 1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15, 17 dan 19 hari sekali. Parameter pertumbuhan dan hasilyang diamati adalah tinggi tanaman pada umur 20 dan 40 HST, jumlah nodula akar keseluruhan, jumlah nodula efektif, berat segar akar dan berat segar brangkasan; panjang akar;persentase akar terinfeksi; jumlah polong keseluruhan;jumlah polong bernas; berat polong bernas; berat kering akar; berat kering brangkasan; berat kering biji dan jumlah biji. Hasil penelitian menujukan bahwa pemberian mikoriza dan cekaman kekeringan berpengaruh sangat nyata terhadap perumbuhan dan hasil kedelai. Serta terdapat interaksi antara kedua perlakuan tersebut. Perlakuan mikoriza terbaik dijumpai pada pemberian 40 gdosis mikoriza, sedangkan yang terendah dijumpai pada perlakuan tanpa pemberian mikoriza.Sementara cekaman kekeringan terbaik dijumpai pada perlakuan cekaman kekeringan setiap 5 hari sekalidan yang terendah dijumpai pada cekaman 19 hari sekali.terdapatinteraksi pada panjang akar, persentase akar terinfeksi, jumlah polong keseluruhan, jumlah polong bernas, berat polong bernas, berat kering akar, berat kering brangkasan, berat biji kering dan jumlah biji kecuali pada tinggi tanaman umur 20 dan 40 HST; jumlah nodul keseluruhan; jumlah nodul efektif; berat segar akar dan berat segar berangkasan. Interaksi terbaik antara kedua perlakuan mikoriza dan cekaman kekeringan dijumpai pada kombinasi perlakuan 40 g mikorizadan cekaman setiap 5 hari sekalisedangkan yang terendah dijumpai pada perlakuan tanpa mikoriza dan cekaman kekeringan setiap 19 hari sekali. Kata kunci : Acaulospora, cekaman kekeringan, Glomus, Inseptisol.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PENGARUH FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA) INDIGEN DAN CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN N, P DAN K TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) PADA INCEPTISOL (Irham Maulana, 2018)

PENGARUH CEKAMAN AIR TERHADAP PERTUMBUHAN BERBAGAI JENIS GENOTIPE MUTAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERR) (SASMI RAIS SIREGAR, 2016)

EFEKTIVITAS DOSIS VERMIKOMPOS DAN JENIS MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRIL) PADA TANAH ULTISOL JANTHO (C U T N I N A H E R L I N A, 2016)

DAYA DUKUNG MIKORIZA TERHADAP BEBERAPA VARIETAS KEDELAI PADA TANAH ENTISOL (Afdhalul Hilza, 2016)

APLIKASI MIKORIZA UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN BEBERAPA JENIS RUMPUT MAKANAN TERNAK TERHADAP CEKAMAN KEKERINGAN PADA TANAH PODSOLIK JANTHO (Elviwirda, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy