//

TINGKAT KETERKAITAN ANTAR SEKTOR EKONOMI DI PROVINSI ACEH (PENDEKATAN MODEL INPUT-OUTPUT)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Mira Abdullah - Personal Name
SubjectECONOMIC DEVELOPMENT AND GROWTH
Bahasa Indonesia
Fakultas Program Studi Magister Ilmu Ekonomi Universitas Syiah Kuala
Tahun Terbit 2013

Abstrak/Catatan

TINGKAT KETERKAITAN ANTAR SEKTOR EKONOMI DI PROVINSI ACEH (PENDEKATAN MODEL INPUT-OUTPUT) Oleh :MIRA ABDULLAH Nim :0809200010013 Pembimbing: 1. Prof. Dr. Abubakar Hamzah 2. Dr. Muhammad Nasir, M.Si, MA ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterkaitan antar sektor yang terjadi dalam perekonomian dan menentukan sektor ekonomi mana saja yang dapat dijadikan sektor unggulan di Provinsi Aceh. Hipotesis diuji dengan menggunakan analisis data yaitu model matriks kebalikan dan total derajat kepekaan. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa tabel input-output Provinsi Aceh berdasarkan transaksi domestik atas dasar harga produsen tahun 2006. Data tersebut diperoleh dari kantor BPS dan BAPPEDA Provinsi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan sektor unggulan di ProvinsiAceh selain sektor pertambangan dan industri migas adalah sektor kopi, padi, ternak dan hasilnya, industri makanan, minuman dan tembakau, industri pupuk urea dan kimia dasar. Sektor-sektor ini memiliki daya penyebaran (keterkaitan kedepan) dan derajat kepekaan (keterkaitan kebelakang) yang paling tinggi karena berada pada kuadran I. Kontribusi terbesar dalam pembentukan output dan nilai tambah bruto disumbangkan oleh sektor pertambangan gas dan pengilangan minyak bumi. Sektor pertambangan gas menyumbangkan pembentukan output sebesar 18,18% dan nilai tambah bruto sebesar 25,44%. Sedangkan sektor pengilangan minyak bumi berkontribusi untuk pembentukan output dan nilai tambah bruto berturut-turut sebesar 17,93% dan 13,64%. Struktur penawaran untuk memenuhi kebutuhan sektor ekonomi dan konsumsi akhir disediakan sebesar 92,30% oleh produksi domestik dan hanya sebesar 7,7 % yang didatangkan dari wilayah lain. Permintaannya dialokasikan sebesar 32,67% untuk produksi, 36,59% untuk konsumsi domestik dan sisanya sebesar 30,74% untuk ekspor. Oleh karena itu, pemerintah Provinsi Aceh diharapkan untuk mengembangkan sektor ekonomi selain sektor pertambangan dan industri migas dengan meningkatkan kualitas SDM, kewirausahaan, dan pengembangan teknologi yang sesuai. Kata Kunci: Sektor Unggulan, Daya Penyebaran (Keterkaitan ke depan), Derajat Kepekaan (Keterkaitan ke belakang).

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS KETERKAITAN ANTAR SEKTOR DI PROVINSI ACEH (Riski Maulana, 2016)

ANALISIS KETERKAITAN REGIONAL KABUPATEN/KOTA DALAM PEMBENTUKAN KLASTER PENGEMBANGAN EKONOMI WILAYAH PROVINSI ACEH (PENDEKATAN ANALISIS SPASIAL) (Zedi Saputra, 2015)

ANALISIS PENGARUH PAD, DAK, DAN DAU TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI ACEH (Kartika Jannah, 2018)

KONVERGENSI PERTUMBUHAN EKONOMI ANTAR PROVINSI DI PULAU SUMATERA (Zulfahmi Putra, 2016)

ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENGELUARAN PEMERINTAH ACEH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH PROVINSI ACEH SETELAH TSUNAMI (Hewi Susanti, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy