//

AKULTURASI DALAM TRADISI MEUGANG (STUDI DESKRIPTIF PADA MASYARAKAT GAMPONG JAWA KECAMATAN KUTA RAJA BANDA ACEH)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Astari Mulyana Putri - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Akulturasi dalam Tradisi Meugang (Studi Deskriptif pada Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh). Tujuan penelitian untuk mengetahui akulturasi dalam tradisi meugang pada masyarakat gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh dan untuk mengetahui nilai sosial, budaya, dan agama dalam tradisi meugang pada masyarakat Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori interaksi simbolik. Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Objek penelitian dalam penelitian ini, yaitu akulturasi dalam tradisi meugang sedangkan subjeknya yaitu masyarakat dari latar belakang budaya lain seperti Jawa, Batak, Padang, serta lainnya dan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), budayawan dan masyarakat Aceh. Kriteria pemilihan informan Masyarakat dari budaya lain yang menetap di Gampong Jawa selama satu tahun, memiliki pengetahuan tentang tradisi meugang dan ikut melaksanakan tradisi meugang. Pengumpulan data yang digunakan dengan wawancara terstruktur, observasi dan dokumentasi. Dari penelitian ini diperoleh hasil Proses akulturasi dalam tradisi meugang masyarakat gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh terjadi dalam jangka waktu yang panjang setelah melewati berbagai penyesuaian diri yang dilakukan masyarakat pendatang dengan masyarakat Aceh sebagai masyarakat pribumi. Tahapan proses akulturasi juga tidak terlepas dari komunikasi personal yang terjadi antara masyarakat pendatang dari budaya lain dengan masyarakat Aceh, komunikasi sosial yang terjadi serta lingkungan komunikasi. Nilai sosial, budaya dan agama yanag terkandung dalam tradisi meugang terlihat dari proses meugang. Masyarakat pada hari meugang cenderung saling berbagi dengan sesama dalam menyambut perayaan hari meugang. Saling berbagi makanan di hari meugang menjadi nilai sosial yang memberikan makna saling menolong dengan sesama. Kata Kunci : Akulturasi, Tradisi, Meugang, Gampong Jawa

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN STATUS KESEHATAN DAN STATUS GIZI BALITA DI GAMPONG JAWA KECAMATAN KUTA RAJA BANDA ACEH (Khuzaimah, 2016)

AKULTURASI BUDAYA SINGKIL DENGAN BUDAYA JAWA DI KECAMATAN SINGKIL UTARA KABUPATEN ACEH SINGKIL (Melianti Batubara, 2018)

PERAN AKTIF MASYARAKAT DALAM MELINDUNGI ANAK USIA DINI DARI KEKERASAN DI GAMPONG JAWA, KUTA RAJA, BANDA ACEH (Ewa Rolanda, 2019)

GAMBARAN FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEHATAN KELUARGA DI GAMPONG JAWA KECAMATAN KUTA RAJA KOTA BANDA ACEH TAHUN 2013 (Asmaul Husna, 2014)

KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM TRADISI PEUSIJUEK PADA MASYARAKAT GAMPONG INDRAPURI, KECAMATAN INDRAPURI, ACEH BESAR (Rahmat Hidayat, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy