//

ANALISIS KINERJA PELAYANAN DAN RASIONALISASI JUMLAH ANGKUTAN UMUM (LABI-LABI) TRAYEK KEUDAH-ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Teuku Arif Billah - Personal Name
SubjectMARKETING MANAGEMENT
Bahasa Indonesia
Fakultas FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Tahun Terbit 2017

Abstrak/Catatan

Banda Aceh sebagai Ibukota Provinsi Aceh menjadi pusat kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Kebutuhan transportasi akan semakin meningkat dalam memperlancar aktivitas dan mobilitas. Masyarakat Banda Aceh cenderung memilih kendaraan pribadi daripada menggunakan angkutan umum. Apabila penggunaan angkutan pribadi terus bertambah, maka akan menyebabkan meningkatnya volume lalu lintas yang akan menyebabkan kemacetan apabila tidak diimbangi dengan pembangunan jalan yang sesuai. Kondisi saat ini, jumlah angkutan umum (labi-labi) yang beroperasi melebihi jumlah penumpang yang dilayani. Hal tersebut dapat dilihat dari angkutan umum yang tidak terisi penuh penumpang pada saat beroperasi. Jika jumlah angkutan umum yang beroperasi tidak sesuai dengan jumlah penumpang yang dilayani, maka akan menimbulkan kerugian kepada user (penumpang) dan operator (supir angkutan umum). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik supir dan karakteristik penumpang, mengetahui dan menilai kinerja pelayanannya dan merasionalisakan jumlah angkutan umum (labi-labi) yang beroperasi saat ini pada trayek Keudah-Ulee Kareng. Rasionalisasi dilakukan dengan cara mengoptimasi nilai load factor menjadi nilai yang ideal yaitu 0,7. Nilai load factor yang ideal akan digunakan untuk menghitung jumlah kebutuhan angkutan umum yang ideal. Pengamatan dilakukan selama dua hari yaitu pada hari Minggu (30 Juli 2017) dan hari Rabu (2 Agustus 2017) untuk memperoleh data yang digunakan untuk menganalisis kinerja pelayanan sesuai dengan indikator dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Hasil analisis kinerja pelayanan angkutan umum trayek Keudah-Ulee Kareng diperoleh nilai 21. Nilai tersebut berada menunjukkan kondisi angkutan umum pada trayek Keudah Ulee Kareng dalam kondisi baik karena berada dalam kategori nilai 18,00-24,00. Kebutuhan angkutan umum trayek Keudah-Ulee Kareng pada hari kerja dan hari libur sebanyak 4 unit kendaraan. Sedangkan pada jam sibuk hari kerja dan hari libur dibutuhkan kendaraan sebanyak 5 unit. Maka kebutuhan angkutan umum yang ideal pada trayek Keudah-Ulee Kareng adalah 5 unit. Sedangkan jumlah angkutan umum yang ada di trayek Keudah-Ulee Kareng adalah 19 unit. Kata Kunci: Kinerja Pelayanan, Load Factor, Angkutan Umum

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISIS KINERJA PELAYANAN DAN RASIONALISASI JUMLAH ANGKUTAN UMUM (LABI-LABI) TRAYEK KEUDAH-KRUENG CUT KOTA BANDA ACEH (RAIYAN RIFQI, 2017)

ANALISIS KARAKTERISTIK PELAYANAN BUS TRANS KOETARADJA DAN LABI-LABI KORIDOR I (PUSAT KOTA - DARUSSALAM) DI KOTA BANDA ACEH (HANYTA KHAIRUNNISA, 2019)

PERKEMBANGAN ANGKUTAN KOTA DI KOTA BANDA ACEH, 1950-2015 (Eva Avini, 2017)

ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN PEMERINTAH PADA TRANSPORTASI PUBLIK TRANS KOETARADJA TERHADAP LABI-LABI (STUDI KASUS : TERMINAL KEUDAH - DARUSSALAM) (Muhajir, 2017)

ANALISA KELAYAKAN DAN KEBUTUHAN ANGKUTAN RNUMUM ANTAR KOTA RN(STUDI KASUS TRAYEK ANGKUTAN UMUM RNKOTA LHOKSEUMAWE – LHOKSUKON) (FITRIYANSYAH, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy