//

KINERJA CAMPURAN LASTON LAPIS PENGIKAT (AC-BC) MENGGUNAKAN VARIASI PASIR LAUT DAN ABU BATU SEBAGAI FILLER

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Syahrul - Personal Name
SubjectASPHALT CONCRETE-ROAD ENGINEERING
ASPHALT-MATERIAL SCIENCE
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Teknik
Tahun Terbit 2014

Abstrak/Catatan

Bahan pengisi (filler) diperlukan untuk meningkatkan kepadatan, kekuatan karakteristik beton aspal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dari variasi persentase pasir laut sebagai filler dalam campuran laston Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) dengan bahan pengikat aspal Retona Blend 55. Parameter-parameter yang diuji sebagai berikut : stabilitas, flow, kepadatan, Marshall Quotient, rongga dalam campuran (VIM), rongga antara agregrat (VMA), rongga terisi aspal (VFA) dan durabilitas. Gradasi menerus dengan jumlah fraksi agregat kasar sebanyak 71,2 %, fraksi agregat halus sebanyak 22,8%, kemudian dibuat benda uji dengan tiga jenis persentase pasir laut dalam campuran filler sebesar 6% dari berat total agregat. Untuk variasi persentase pertama variasi 0% pasir laut dan 6% abu batu, persentase kedua adalah 2% pasir laut dan 4% abu batu, sedangkan untuk persentase ketiga adalah 3% pasir laut dan 3% abu batu. Variasi kadar aspal pada tiap-tiap persentase pasir tersebut sama yaitu 4%, 4,5%, 5%, 5,5%, dan 6% yang didapat setelah menghitung perkiraan awal Kadar Aspal Tengah (Pb). Persentase pasir laut 0% kadar aspal optimum didapat sebesar 5,04%, persentase pasir laut 2% kadar aspal optimum 5,26% dan pada persentase pasir laut 3% kadar aspal optimum 5,37%. Persentase pasir laut 0% pada rendaman 30 menit mempunyai nilai stabilitas tertinggi 1675 kg, Persentase pasir laut 2% nilai stabilitas menurun 1230 kg, sedangkan persentase pasir laut 3% nilai stabilitas semakin menurun 1070 kg. Nilai durabilitas didapatkan variasi persentase pasir laut 0% yaitu 91,98%, variasi persentasi pasir laut 2% menurun 89,26%, sedangkan variasi persentase pasir laut 3% semakin menurun yaitu 88,75%. Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap variasi persentase pasir laut 0%, 2%, dan 3% menunjukkan bahwa semakin banyak komposisi pasir laut yang digunakan, maka parameter Marshall dan nilai durabilitas semakin menurun, namun ketiga variasi pasir tersebut masih memenuhi persyaratan yang di tetapkan yaitu minimum 800 kg untuk stabilitas dan minimum 90% untuk durabilitas. Variasi persentase penggunaan filler yang menghasilkan stabilitas tertinggi adalah yang menggunakan pasir laut 2%.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPHALT CONCRETE - WEARING COURSE (AC-WC) MENGGUNAKAN ABU PASIR ERUPSI GUNUNG BURNI TELONG BENER MERIAH DAN ABU BATU SEBAGAI FILLER (Fajar Ramadhan, 2016)

KINERJA CAMPURAN LASTON LAPIS AUS (AC-WC) MENGGUNAKAN VARIASI PASIR LAUT DAN ABU BATU SEBAGAI FILLER (Saiful Akmal, 2014)

STUDI KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS AC-WC MENGGUNAKAN VARIASI MATERIAL FILLER (ISWARDI, 2014)

KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE (AC-BC) MENGGUNAKAN MATERIAL BASALT DENGAN ASPAL PEN. 60/70 UNTUK BERBAGAI JENIS FILLER ( STUDI KASUS : FILLER ABU BATU, SEMEN PORTLAND DAN FLY ASH BATUBARA ) (Tarmizi, 2016)

DURABILITAS CAMPURAN AC-WC DENGAN BUTON GRANULAR ASPHALT (BGA) DAN VARIASI PERSENTASE ABU CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI (Purnama Iswahyudi, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy