//

PELAKSANAN PENANGGULANGAN PENGEDARAN NARKOTIKA GOLONGAN I JENIS GANJA (SUATU PENELITIAN WILAYAH HUKUM POLRES ACEH BESAR)

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang T. Edi Satria - Personal Name

Abstrak/Catatan

ABSTRAK T. EDI SATRIA, PELAKSANAN PENANGGULANGAN PENGEDARAN NARKOTIKA GOLONGAN I JENIS GANJA (Suatu Penelitian Wilayah Hukum Polres Aceh Besar) Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (iv, 54). pp. tabl. bibl (Mukhlis, S.H., M.Hum) Berdasarkan Pasal 111 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Setiap orang yang tampa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika golongan I dalam bentuk tanaman dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta rupiah dan paling banyak Rp 8 Milyar rupiah. Dalam ayat (2) Dinyatakan bahwa, dalam hal perbuatan menanam, memelihara, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika golongan I dalam bentuk tanaman sebagaimana dimaksudkan dalam ayat (1) beratnya melebihi 1 kilogram atau melebihi 5 batang pohon, pelaku dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan dipidana denda paling banyak Rp 8 Milyar rupiah ditambah 1/3. Namun dalam kenyataannya banyak tugas tindak pidana narkotika golongan I jenis ganja di Polres Aceh Besar mengalami hambatan dalam penegakan hukumnya. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan upaya-upaya yang dilakukan Polres Aceh Besar dalam penangulangan narkotika golongan I jenis ganja dan kendala yang dihadapi oleh Polres Aceh Besar dalam penanggulangan narkotika golongan I jenis ganja. Pengumpulan data dilakukan melalui penelitian kepustakaan yaitu untuk memperoleh data sekunder dengan cara mempelajari literature dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan penelitian lapangan dilakukan untuk memperoleh data primer melalui wawancara responden dan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya-upaya penanggulangan yang dilakukan oleh Polres Aceh Besar adalah upaya preventif dengan memberikan penyuluhan bahayanya narkotika kepada masyarakat luas, kemudian upaya represif dengan memutus peredaran gelap dan memberikan sanksi pidana sesuai dengan Undang-undang. Sedangkan hambatannya adalah kurangnya personel satuan reserse narkoba dan kendala dilapangan dimana warga menutupi informasi mengenai adanya orang yang melakukan penyalahgunaan narkotika. Disarankan kepada kepolisian Aceh Besar untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan serta dalam menanggulangi penyalahgunaan narkotika, memberikan penyuluhan bahayanya narkotika serta terus berupaya untuk mencegah meluasnya penyalahgunaan narkotika.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

TINDAK PIDANA PENYALAHGUNA GANJA (CANNABIS SATIVA) DAN PENANGGULANGANNYA OLEH KEPOLISIAN RESOR GAYO LUES (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR GAYO LUES) (MAYA WATIKA ALASA, 2017)

TINDAK PIDANA MENGEDARKAN NARKOTIKA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS II B TEBING TINGGI (Thomi Novian, 2016)

TINDAK PIDANA MENGEDARKAN NARKOTIKA OLEH ANAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH) (DAHRUL ICHSAN, 2017)

STATISTIK KRIMINAL TERHADAP TINDAK PIDANA NARKOTIKA PADA TAHUN 2015-2017 (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR BIREUEN) (ACHMAD BRYAN IS, 2018)

INTENSITAS PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DIKAITKAN DENGAN JENIS NARKOTIKA YANG DISALAHGUNAKAN (SUATU PENELITIAN DI POLRES PIDIE) (Ridha Agusyani, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy