Search :

Advance


MODEL PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN (STUDI KASUS: GAMPONG TELAGA TUJUH, KOTA LANGSA, ACEH)

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang DINI SOLEHATI - Personal Name
Subyek CITY PLANNING - CIVIC ART
RESIDENTIAL LAND - AREA PLANNING
Bahasa Indonesia
Fakultas Program Studi Magister Teknik Sipil
Tahun Terbit 2017

Abstrak/Catatan

MODEL PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN NTUK MENINGKATKAN KUALITAS PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN (Studi Kasus: Gampong Telaga Tujuh, Kota Langsa Aceh) Oleh: Dini Solehati NIM. 1509200060022 Komisi Pembimbing: Ir. Mirza Irwansyah, MBA, MLA, Ph.D Dr. Irin Caisarina, ST, M.Sc ABSTRAK Gampong Telaga Tujuh merupakan satu-satunya pulau yang berpenghuni dibandingkan dengan pulau-pulau lain yang ada di Kota Langsa, Aceh. Bangunan rumah di permukiman ini berbentuk semi permanen dan tidak permanen. Sebagian besar berbentuk rumah panggung dengan sarana prasarana yang sangat terbatas seperti kurangnya fasilitas jalan, drainase lingkungan, air minum, air limbah, dan persampahan. Tingkat pendapatan penduduk sangat rendah dimana sebagian besar penduduk bekerja sebagai nelayan, pedagang kecil, dan tukang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting 8 (delapan) aspek fisik berupa kondisi bangunan hunian, jalan lingkungan, drainase lingkungan, penyediaan air minum, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, proteksi kebakaran, potensi lahan, dan mengevaluasi aspek non fisik berupa keberlanjutan program perbaikan kualitas lingkungan sebagai dasar mencari model penataan permukiman kumuh yang sesuai untuk diterapkan pada lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah metode kombinasi antara kuantitatif dan kualitatif dengan stratified random sampling dan Analitycal Hierarchy Process (AHP). Data primer diperoleh dari observasi, kuesioner, dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi yang terkait dengan penataan permukiman kumuh. Dari hasil analisis aspek fisik teridentifikasi 365 unit mengalami tingkat kepadatan tinggi dan tidak teratur, teridentifikasi 365 bangunan hunian tidak memiliki drainase lingkungan, penyediaan air minum yang aman, pengelolaan air limbah, dan pengelolaan persampahan, teridentifikasi potensi lahan dimana terdapat 6 (enam) lokasi perikanan dan 1 (satu) lokasi hutan mangrove dengan luas 500 ha yang dapat dikembangkan sebagai ekowisata. Dari hasil analisis aspek non fisik berupa evaluasi program perbaikan lingkungan diperoleh tingkat keberlanjutan program rendah dengan persentase 20%, hal ini disebabkan adanya hambatan biaya dan transportasi. Hasil penelitian diperoleh model penataan permukiman kumuh yang sesuai untuk diterapkan di Gampong Telaga Tujuh adalah model peremajaan dengan sistem konsolidasi lahan, dimana 60% untuk bangunan eksisting dan 40% untuk lahan komersil. Kata kunci: model penataan, permukiman kumuh, peremajaan, konsolidasi lahan, Gampong Telaga Tujuh.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISA TINGKAT KERAWANAN KEBAKARAN PERMUKIMAN DI KOTA BANDA ACEH DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Nur Bazelly, 2016)

PERMUKIMAN NELAYAN DESA ALUE NAGA BANDA ACEH (Khairul Ikhsan, 2017)

ECO DORMITORY DI BANDA ACEH TEMA : ECO BUILDING (Rini Emilia, 2014)

ANALISIS FAKTOR PERUBAHAN HARGA TANAH KOMERSIAL DAN PERUMAHAN DI KOTA BANDA ACEH (Indri Yani, 2017)

PENATAAN RUANG TERBUKA PUBLIK SEBAGAI JALUR PEDESTRIAN MALL DI KOTA LANGSA (STUDI KASUS JALAN REL KERETA API KOTA LANGSA) (Ahmed Reza, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.