//

ANALISIS AKSESIBILITAS JALUR PEDESTRIAN TERHADAP PENYANDANG DIFABEL KOTA BANDA ACEH

BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Arthika Putri Syahfani - Personal Name

Abstrak/Catatan

Jalur pedestrian merupakan salah satu elemen penting dalam perancangan kota, karena tidak berorientasi pada keindahan semata, akan tetapi juga pada masalah kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya, baik bagi pengguna yang normal maupun difabel. Aksesibilitas adalah suatu ukuran terhadap kenyamanan dan kemudahan tentang suatu lokasi tata guna lahan. Berdasarkan pengamatan visual, aksesibilitas bagi penyandang difabel pada prasarana publik jalur pedestrian di Kota Banda Aceh masih rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian mengenai jalur pedestrian mengenai aksesibilitas penyandang difabel pada Jalan Sultan Alaiddin Mahmudsyah dan Jalan Prof. Ali Hasyimi yang merupakan jalur pedestrian yang direncanakan ramah terhadap penyandang difabel. Jalur pedestrian tersebut telah dilengkapi oleh rambu yang dapat membantu penyandang difabel, seperti blindpath. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aksesibilitas penyandang difabel terhadap fasilitas pada jalur pedestrian yang ditinjau dengan metode Dirjen Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum (PU) dan Main Roads Western Australia (MRWA). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Data primer berupa karakteristik dan kelengkapan fasilitas jalur pedestrian terhadap penyandang difabel didapat dari hasil observasi dengan menggunakan formulir check list. Formulir check list terdiri dari pertanyaan berdasarkan persyaratan PU dan MRWA, pengamatan jalur pedestrian bagi pengguna umum, pengguna difabel dan kelengkapan fasilitas jalur pedestrian dengan adopsi dari kedua metode tersebut. Data sekunder dari penelitian ini adalah data penderita difabel, literatur dan jurnal yang mendukung penelitian ini. Analisis data yang dilakukan adalah analisis hasil observasi aksesibilitas fasilitas jalur pedestrian terhadap pengguna difabel pada jalur pedestrian tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata jalur pedestrian di Kota Banda Aceh masih dikategorikan “kurang aman” terhadap penyandang difabel. Namun, dari ketigas jalur pedestrian pada jalan yang ditinjau Jalan Sultan Alaiddin Mahmudsyah (kiri) memiliki persentase nilai aksesibilitas terhadap fasilitas penyandang difabel tertinggi, yaitu 73,14%. Fasilitas yang dapat ditingkatkan untuk penyandang difabel antara lain: pagar pengaman, tempat beristirahat sejenak dan rambu yang dapat dipahami penyandang difabel.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

KAJIAN PENYEDIAAN AKSESIBILITAS PRASARANA JALAN RAYA UNTUK PENYANDANG DIFABEL DI KOTA BANDA ACEH MENURUT PERSEPSI MASYARAKAT(STUDI KASUS: JALAN TGK. DAUD BEUREUEH) (Etty Herawaty, 2015)

KAJIAN AKSESIBILITAS KAUM DIFABEL PADA GEDUNG PASAR ACEH (Irfan, 2017)

KAJIAN SARANA DAN PRASARANA JALUR PEDESTRIAN DI KAWASAN PEUNAYONG, BANDA ACEH (SRIHANDAYANI, 2017)

STUDI EVALUASI KENYAMANAN JALUR PEDESTRIAN PADA KAWASAN LAPANGAN BLANG PADANG KOTA BANDA ACEH (NANDA ULFA, 2018)

RANCANGAN ALAT BANTU LIFT KURSI RODA BAGI DIFABEL PADA HALTE TRANS KOETARADJA MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING (STUDI KASUS: KOTA BANDA ACEH) (ULFIE GAYATRI, 2018)

  Kembali ke sebelumnya

Pencarian

Advance



Jenis Akses


Tahun Terbit

   

Program Studi

   

© UPT. Perpustakaan Universitas Syiah Kuala 2015     |     Privacy Policy