Search :

Advance


IDENTIFIKASI PENYEBARAN FRACTURED BASEMENT DENGAN METODE ATRIBUT SEISMIK PADA LAPANGAN “CA” CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Cut Aini - Personal Name
Subyek
Bahasa
Fakultas
Tahun Terbit

Abstrak/Catatan

ABSTRAK Fractured basement merupakan salah satu bentuk cara berpikir unkonvensional mengenai basement dimana lapisan tersebut dapat menjadi reservoir. Basement biasanya mengandung batuan metamorf atau batuan beku yang memiliki porositas yang kecil sehingga kemungkinan untuk menjadi reservoir sangat kecil, tetapi pada kenyataannya hidrokarbon dapat bermigrasi disebabkan oleh keberadaan fracture. Penelitian ini berlokasi di Lapangan “CA” Cekungan Jawa Barat Utara. Keadaan basement pada daerah penelitian memunculkan suatu anomali dimana basement pada daerah tinggian (antiklin) tidak terisi hidrokarbon sedangkan basement pada daerah rendahan (sinklin) terdapat hidrokarbon. Berdasarkan studi geologi hal tersebut terjadi karena intensitas fracture pada basement daerah rendahan lebih banyak dibandingkan basement daerah tinggian. Identifikasi fractured basement ini dilakukan dengan jenis metode atribut seismik diskontuinitas yaitu curvature dan Dip-Azimuth. Atribut seismik tersebut diplotkan dalam bentuk peta. Selain mengidentifikasi penyebaran fractured basement penelitian ini juga melakukan perbandingan terhadap dua metode atribut seismik tersebut. Metode atribut pada penelitian ini bersifat kualitatif. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu well seismic tie, picking horison dan input fault polygon, interpolasi, pembuatan peta struktur waktu, time to depth conversion, pembuatan peta struktur kedalaman, dan proses atribut seismik yang akan menghasilkan peta atribut seismik. Hasil yang didapatkan diantara atribut curvature dan Dip-Azimuth berbeda. Peta atribut curvature menghasilkan hal yang bertentangan dengan studi geologi sedangkan peta atribut Dip-Azimuth membuktikan kebenaran studi geologi. Atribut seismik Dip-Azimuth menunjukan daerah rendahan memiliki intensitas fracture yang lebih banyak. Atribut seismik Curvature menunjukan bahwa daerah tinggian memiliki intensitas fracture yang lebih banyak. Dapat diketahui bahwa untuk penelitian ini Dip-Azimuth lebih tepat dan akurat. Kata Kunci : Curvature, Dip-Azimuth, Fractured Basement ABSTRACT Fractured basement is one form of unconventional play where that layer can be a reservoir. As usual, the basement contains metamorphic or igneous rocks which have not only a small porosity, but also a small possibility to be a reservoir, but in fact the hydrocarbon migration is caused by the presence of fracture. This study is conducted in the field of “CA” which is located in North West Java Basin. The state of area of study gave rise to an anomaly where the basements at high area (Anticline) are not filled by hydrocarbon, while the basements at low area (Syncline) are charged by hydrocarbon. According to geology, it was occurred because the intensity of fracture at low area is more than basement at high area. Identification on fractured basement is done with a kind of discontinuity of seismic method that is curvature and Dip-Azimuth. The seismic attribute is plotted by the form of a map. In addition to identify the spread of fractured basement, this study is also done by comparing two methods of seismic attribute. The method attribute of this study is qualitative. In case, the study has been completed which the stages were well seismic tie, picking horison and input of fault polygon, interpolation, time structure map making, time to depth conversion, depth structure map making, and seismic attributes that will produce a map of seismic attribute. The result obtained by curvature attribute is different with Dip-Azimuth attribute. The map of curvature attribute produces the thing that is contrary to geological study whereas the Dip-Azimuth attribute prove the truth that study. Seismic attribute of Dip-Azimuth indicates the low area have more fracture intensity. Seismic attribute of curvature indicates that the high area specifications have the intensity of the fracture. Therefore, it can be concluded that the study of Dip Azimuth is more precise and accurate. Keyword: Curvature, Dip-Azimuth, Fractured Basement

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

ANALISA PENYEBARAN OIL-GAS WINDOW DAN PERHITUNGAN VOLUME HYDROCARBON GENERATION BERDASARKAN PEMETAAN BASEMENT BARU STUDI KASUS : CEKUNGAN ARDJUNA SELATAN, JAWA BARAT UTARA (Muhammad Iqbal Rizki Ananda, 2016)

ANALISA PENENTUAN TOTAL ORGANIC CARBON (TOC) DAN BRITTLENESS INDEX (BI) DALAM PENENTUAN HIDROKARBON PADA DAERAH "OM", CEKUNGAN SUMBAGUT (Muhammad Afdhal, 2016)

ANALISA PENYEBARAN GAS PADA RESERVOAR BATUPASIR DENGAN MENGGUNAKAN ATRIBUT SEISMIK DI LAPANGAN NETHERLANDS OFFSHORE BLOK “FH-1” (Heru Hardian, 2016)

PEMETAAN ULANG TOP BASEMENT BARU DAN IMPLIKASINYA TERHADAP DISTRIBUSI KEMATANGAN BATUAN INDUK STUDI KASUS : LAPANGAN “HIKMAH”, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA (Rizka Hikmah, 2016)

ANALISIS ATRIBUT SEISMIK UNTUK MENENTUKAN ZONA SESAR DI LAPANGAN “NILAM” CEKUNGAN TARAKAN KALIMANTAN UTARA (Rahmat Maulana, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.