Search :

Advance


ANALISIS SEBARAN BATUPASIR UNTUK KARAKTERISASI RESERVOIR PADA ZONA UNCONFORMITY DENGAN DATA SEISMIK 3D DAN DATA LOG DI LAPANGAN F3 BELANDA

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang HELMI MOEJAHID R - Personal Name
Subyek
Bahasa
Fakultas
Tahun Terbit

Abstrak/Catatan

Lapangan F3 Belanda merupakan sebuah lapangan yang telah berhasil di akuisisi untuk melihat prospek migas di laut utara (North Sea) tepatnya berada di sektor laut utara Belanda yang terletak pada kordinat N 54052’0,86”/ E 4048’47,07”. Adapun data seismik yang tersedia pada penelitian ini adalah post-stack time migration (PSTM) dengan sampling rate sebesar 4ms dan fasa nol, data tersebut berupa seismik laut 3D yang telah diakuisisi pada tahun 1987 (Opendtect.org). Ketidakselarasan (Unconformity) merupakan suatu permukaan pada bidang erosi atau non-deposisi yang memisahkan antara lapisan yang lebih muda dengan yang lebih tua, serta menggambarkan suatu rumpang waktu yang signifikan (Sukmono,1999). Dalam menganalisis sebaran batupasir untuk karakterisasi reservoir digunakan data log gamma ray, log porosity dan peta ketebalan waktu (isochrone). Bersadarkan interpretasi log gamma ray dan log porosity pada sumur F03-4 dan F06-1 menunjukkan bahwa nilai log gamma ray yang berada pada zona unconformity sangatlah tinggi sedangkan nilai log porosity rendah, dapat diidentifikasi bahwa zona unconformity terletak pada litologi batu serpih (shale). Berdasarkan dari peta ketebalan waktu (isochrone) bahwa area yang berada pada bagian selatan dan barat daya mengalami penipisan dengan nilai 40 m/s. Dari hasil peta ketebalan waktu dapat disimpulkan bahwa area yang mengalami penipisan diduga sebagai zona unconformity. Dalam petroleum system batu serpih merupakan batuan yang memiliki porositas dan permeabiltas rendah, oleh karena itu batu serpih tidak dapat berperan sebagai reservoir. pada dasarnya batu serpih sangat cocok dan berperan sebagai perangkap stratigrafi atau perangkap unconformity. Pada lapangan F3 Belanda ini zona unconformity berada pada lingkungan pengendapan delta, terbentuk mulai kala pertengahan miosen dan berakhir pada kala pliosen. Kata Kunci : Lapangan F3 Belanda, Unconformity, Interpretasi log, Karakterisasi reservoir, Lingkungan pengendapan.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PEMETAAN MODEL BAWAH PERMUKAAN TERINTEGRASI DENGAN MENGGUNAKAN DATA LOG DAN DATA SEISMIK UNTUK MELIHAT PENYEBARAN BATUPASIR DI LAPANGAN “MH29” DAERAH NETHERLANDS OFFSHORE BLOCK (Riski Andrian, 2016)

PEMETAAN BAWAH PERMUKAAN POLA PENYEBARAN LITOLOGI DARI ZONA FS1-MFS4 DI LAPANGAN “RV24” NETHERLANDS OFFSHORE F3 BLOCK MENGGUNAKAN DATA SEISMIK DAN DATA LOG (Reva Muliarma Muslim, 2017)

PEMODELAN NILAI KECEPATAN PADA KONVERSI KEDALAMAN UNTUK PERBANDINGAN PERHITUNGAN CADANGAN HIDROCARBON DI LAPANGAN LAUT UTARA BLOK F3 BELANDA (Rizni wahyuni, 2016)

ANALISA PERANGKAP STRATIGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN DATA SEISMIK 3D DAN DATA SUMUR DI LAPANGAN F3 BELANDA (Ulul Azmi, 2016)

KARAKTERISASI DAN PREDIKSI PENYEBARAN TOC DAN BI PADA BATUAN KARBONAT MENGGUNAKAN METODE INVERSI IMPEDANSI AKUSTIK DAN MULTI-ATRIBUT NEURAL NETWORKS BERDASARKAN DATA SEISMIK 3D PADA FORMASI KAIS, DAERAH “R” CEKUNGAN SALAWATI, PAPUA (Ariga Putra Aldi, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.