Search :

Advance


Kajian Pembuatan Tepung Biji Alpukat (Persea gratissima Gaertn) dengan Variasi Lama Perendaman dalam Larutan Natrium Metabisulfit

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Aminah Khairun Nisa - Personal Name
Subyek FOOD TECHNOLOGY
FLOUR
MANUFACTURING PROCESSES
Bahasa Indonesia
Fakultas Fakultas Pertanian
Tahun Terbit 2013

Abstrak/Catatan

Persentase biji alpukat mencapai 17-39% dari total bobot satu buah alpukat (Persea gratissima Gaertn). Berdasarkan produksi alpukat di Propinsi Aceh pada tahun 2011 sebesar 7.462 ton, maka potensi limbah biji alpukat mencapai 1.268,54 ton/tahun. Kandungan pati yang tinggi pada biji alpukat memungkinkan pemanfaatan limbah biji alpukat menjadi tepung. Namun dalam pengolahannya terjadi reaksi pencokelatan. Perendaman biji dalam larutan natrium metabisulfit (Na2S2O5) dapat dilakukan untuk mencegah reaksi pencokelatan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh lama perendaman biji alpukat dalam larutan Na2S2O5 terhadap mutu tepung biji alpukat yang dihasilkan. Bahan yang digunakan adalah biji alpukat, yang diperoleh dari pedagang jus buah di kawasan Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, air dan Na2S2O5. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah lama perendaman dalam larutan Na2S2O5 (N) dengan konsentrasi 3.000 ppm yang terdiri dari lima taraf, yaitu: N1= 0 menit, N2= 15 menit, N3= 30 menit, N4= 45 menit dan N5= 60 menit. Analisa mutu tepung yang dihasilkan pada setiap perlakuan meliputi analisis rendemen, densitas curah, kadar air, kadar abu, derajat keasaman (pH) dan uji kesukaan terhadap warna dan aroma. Data yang diperoleh, dianalisa menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Mutu tepung biji alpukat yang dihasilkan memiliki nilai rerata rendemen sebesar 12,37%, densitas curah 0,45 g/cm3, kadar air 9,75%, kadar abu 1,25% dan pH 7,45. Rerata skor kesukaan terhadap warna adalah 6 (agak suka) dan aroma adalah 4 (agak tidak suka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman dalam larutan Na2S2O5 berpengaruh tidak nyata terhadap rendemen, densitas curah, kadar air, kadar abu dan organoleptik warna. Sedangkan derajat keasaman (pH) dan organoleptik aroma dipengaruhi secara nyata oleh perlakuan perendaman dalam larutan Na2S2O5. Berdasarkan hasil uji lanjut BNT dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik adalah perendaman selama 15 menit dalam larutan Na2S2O5, dimana pada perlakuan ini diperoleh nilai pH 7,57 rendemen 12,75%, densitas curah 0,42 g/cm3, kadar air 10,78%, kadar abu 1,17% dan skor kesukaan terhadap warna dan aroma masing-masing adalah 6 dan 4.

Tempat Terbit Banda Aceh
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

KAJIAN PEMBUATAN TEPUNG BIJI ALPUKAT (PERSEA GRATISSIMA GAERTN) DENGAN VARIASI LAMA PERENDAMAN DALAM LARUTAN NATRIUM METABISULFIT (Aminah Khairun Nisa, 2014)

KAJIAN VARIASI LAMA PERENDAMAN DALAM LARUTAN KALSIUM HIDROKSIDA PADA PEMBUATAN TEPUNG UBI JALAR UNGU (TEGUH PRIBADI GUNAWAN, 2016)

KONSENTRASI HAMBAT DAN BUNUH MINIMUM EKSTRAKRNBIJI ALPUKAT (PERSEA AMERICANA) TERHADAPRNPERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS (Nazla Chairini, 2014)

KARAKTERISTIK PENGERINGAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L.) SETELAH BLANCHING DALAM LARUTAN NATRIUM METABISULFIT (Ridwan, 2017)

PENDUGAAN UMUR SIMPAN TEPUNG BIJI DURIAN (DURIO ZIBETHINUS)DENGAN MENGGUNAKAN PERSAMAAN ARRHENIUS (SUHAIMI, 2016)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.