Search :

Advance


STRATEGI PENGEMBANGAN LADA (STUDI KASUS KELOMPOK TANI INDATU DI DESA BLANG PANYANG KECAMATAN MUARA SATU KOTA LHOKSEUMAWE)

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Auzan Syahmi - Personal Name
Subyek
Bahasa
Fakultas
Tahun Terbit

Abstrak/Catatan

Auzan Syahmi. 1205102010102. Strategi Pengembangan Lada (Studi Kasus di Desa Blang Panyang Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe di bawah bimbingan Irwan A, Kadir sebagai ketua dan Romano sebagai anggota. RINGKASAN Lada merupakan salah satu tanaman rempah-rempah yang berasal dari tanaman perkebunan yang sangat terkenal dahulu di Aceh. Khususnya petani lada di Aceh saat ini sudah mulai memperhatikan lada untuk dikembangkan dengan tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Dengan kata lain, lada menjadi komoditi primadona yang banyak diminati di perdagangan dunia. Kebutuhan lada ini banyak digunakan sebagai bumbu dapur masakan yang disebabkan berkembangnya usaha makanan, berkembangnya industri farmasi, kosmetika yang menggunakan lada sebagai salah satu bahan baku, meningkatnya konsumsi dunia, konsumsi dalam negeri semakin meningkat dengan bertambahnya produk-produk industri makanan berbasis lada. Meskipun disisi lain harga lada yang semakin meningkat dapat membuat petani lada semangat dalam mengembangkan lada. Akibat permintaan lada yang tinggi justru menyebabkan terjadinya masalah bagi petani Aceh, yaitu keterbatasan jumlah produksi lada yang dihasilkan. Salah satu dampak berkurangnya lahan pertanian adalah lahan pertanian dikonversikan menjadi non pertanian seperti perumahan, gedung dan pertokoan. Sehingga lahan pertanian menjadi berkurang dan menjadi masalah bagi petani lada sendiri dalam mengembangkan lada. Penyebab masalah lain juga yang akibat hama dan penyakit terutama penyakit layu, penyakit keriting daun serta penyakit busuk pangkal batang. Tujuan Penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang di perhatikan dalam pengembangan lada, serta mengetahui strategi pengembangan lada yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Teknik pengumpulan data digunakan dengan pendekatan wawancara. Hasil analisis menunjukkan faktor internal yang mempengaruhi usaha pengembangan lada adalah bibit, pestisida, sumber daya alam, pupuk dan sumber daya manusia. Sedangkan pada faktor eksternal meliputi pemerintah, pasar, harga, pesaing, hama dan penyakit. Berdasarkan hasil analisis SWOT didapatkan nilai IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary) sebesar 1,756 dan EFAS (External Strategic Factors Analysis Summary) sebesar 2,773 berada pada kuadran I , maka strategi pengembangan yang cocok untuk strategi pengembangan lada adalah strategi agresif yang artinya usaha tersebut sangat dimungkinkan untuk terus berkembang, meningkatkan pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal, dimana strategi agresif ini merupakan kondisi yang sangat menguntungkan, peluang dan kekuatan begitu besar sehingga pelaku usaha bisa memanfaatkan peluang dan kekuatan yang ada dengan maksimal.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

KAJIAN RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (RISPAM) REGIONAL KABUPATEN ACEH UTARA DAN KOTA LHOKSEUMAWE (efendi, 2016)

ANALISIS KETIMPANGAN PENDAPATAN DAN PENGELUARAN ANTAR KECAMATAN DI KOTA LHOKSEUMAWE (DICKY AULIA, 2016)

BANGKITAN PERGERAKAN PENGGUNA SEPEDA MOTOR BERDASARKAN TUJUAN PERGERAKAN DI KOTA LHOKSEUMAWE (HERU PRAMANDA, 2017)

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN PENEBANGAN LIAR (ILLEGAL LOGGING) (STUDI KASUS DI KECAMATAN TANGSE, KABUPATEN PIDIE) (Mujuani, 2016)

INTERVENSI PENYULUH PERTANIAN DALAM PEMBERDAYAAN SOSIAL EKONOMI KELOMPOK TANI( STUDI DI GAMPONG PULO BLANG MANGAT KECAMATAN SYAMTARILA BAYU KABUPATEN ACEH UTARA) (Putri Dian Rahmi, 2015)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.