Search :

Advance


EFEKTIF PENERAPAN HUKUMAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA MAISIR DALAM QANUN NOMOR 6 TAHUN 2014 (SUATU PENELITIAN DI BANDA ACEH)

Baca Online BACA FULL TEXT ABSTRAK Pemesanan Versi cetak
Pengarang Ridha Hidayatullah - Personal Name
Subyek
Bahasa
Fakultas
Tahun Terbit

Abstrak/Catatan

EFEKTIVITAS PENERAPAN HUKUMAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA MAISIR DALAM QANUN NOMOR 6 TAHUN 2014 (Suatu Penelitian di Banda Aceh) Ridha Hidayatullah A. Hamid Sarong ** Dahlan Ali*** ABSTRAK Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat sebagai bentuk penyempurnaan dari tiga qanun sebelumnya, untuk menguatkan pelaksanaan syari’at Islam di Aceh. Salah satu tindak pidana dalam qanun tersebut adalah maisir/judi yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini. Tindak pidana maisir diatur pada Pasal 18, Pasal 19, Pasal 20, Pasal 21, dan Pasal 22. Ada tiga jenis hukuman yang dapat dijatuhkan pada pelaku yaitu hukuman denda, hukuman cambuk dan hukuman kurungan. Dalam pasal-pasal di atas telah ditentukan batasan hukuman minimal dan maksimal terhadap pelaku, tergantung pada nilai taruhan. Hal ini yang tidak diatur dalam qanun sebelumnya. Pada penelitian ini terdapat dua rumusan masalah yaitu: Mekanisme pelaksanaan hukuman terhadap pelaku tindak pidana maisir dan efektivitas penerapan hukuman terhadap pelaku tindak pidana maisir di Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis pentingnya mekanisme pelaksanaan hukuman terhadap pelaku tindak pidana maisir dalam Qanun Jinayat dan efektivitas dari penerapan hukuman terhadap pelaku tindak pidana maisir di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan jenis penelitian yuridis empiris. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan putusan terhadap pelaku tindak pidana maisir dalam wilayah hukum Kota Banda Aceh berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penerapan hukuman terhadap terpidana maisir dalam wilayah hukum Banda Aceh berjalan efektif. Disarankan kepada Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mengawasi peran dari lembaga penegak hukum. Koordinasi antar lembaga penegak hukum harus berjalan seiringan agar penerapan qanun jinayat berjalan efektif. Melalui peningkatan pemahaman aparat penegak hukum terhadap qanun jinayat. Dengan demikian, hukuman yang dijatuhkan bagi pelaku tindak pidana maisir memenuhi unsur keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan serta tercapainya maqashid syar’iyah. Kata Kunci : Efektivitas, Maisir, Mekanisme Penerapan Hukuman. EFFECTIVENESS OF THE IMPLEMENTATION OF PUNISHMENT AGAINST PERPETRATORS OF QANUN MAISIR NUMBER 6, 2014 (A Research Conducted in Banda Aceh) Ridha Hidayatullah* A. Hamid Sarong ** Dahlan Ali*** ABSTRACT Qanun Number 6, 2014 on the Law Jinayat (islamic criminal law) as the revision of the three previous qanuns, in order to strengthen the implementation of sharia law in Aceh. One of the criminal acts is gambling that are at issue in this research. Maisir (gambling) is regulated by Articles 18, 19, 20, 21, 22. There are three types of penalties that can be imposed on the perpetrators, namely fines, lasning and imprisonment. In the articles above a predetermined limit minimum and maximum punishment of perpetrators, depending on the value of the bet. This is not set in the previous qanun. This research, are going to rise the problems, namely: The mechanism of punishment for gamblers and the effectiveness of the application of criminal penalties against gambling in Banda Aceh. This study aims to describe and analyze the importance of the implementation mechanisms of the criminal punishment of gambling in qanun jinayat and effectiveness of the application of criminal penalties against gamblers in Banda Aceh. This is empirical legal research with empirical juridical kind. The approach in this study is the approach of law (statute approach). The findings show that the mechanism of inquiry, investigation, prosecution and judgment to the criminal jurisdiction of gamblers in Banda Aceh run in accordance with applicable regulations. The application of the punishment against the convicted gamblers in the jurisdiction of Banda Aceh has not been effective. It is suggested to the Government of Banda Aceh to oversee the role of law enforcement agencies. It needs to coordinate with law enforcement agencies so that the implementation of qanun jinayat effective. Through increased understanding of law enforcement officers against qanun jinayat. Thus, the punishment meted out to perpetrators of criminal acts of maisir meet the elements of justice, legal certainty and effectiveness as well as the achievement of maqashid syar'iyah. Keywords: Effectiveness, Maisir, Punishment Implementation Mechanism.

Tempat Terbit
Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan isi formulir online (Formulir Online)

Share Social Media

Tulisan yang Relevan

PERBEDAAN TINDAK PIDANA HOMOSEKSUAL DALAM PERUMUSAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA (KUHP) DAN QANUN ACEH NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM JINAYAT (Verdy Suhendar, 2016)

PENERAPAN PIDANA TAMBAHAN TERHADAP ANGGOTA TNI PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER I-01 BANDA ACEH) (YULIA LESTARI, 2016)

PERBANDINGAN PENGATURAN MINUMAN MEMABUKKAN DI DALAM QANUN NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM JINAYAT DENGAN KUHP (T Aga Risky Raden, 2017)

PELAKSANAAN PUTUSAN HAKIM MENURUT QANUN NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG HUKUM ACARA JINAYAT (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (T.romel Fahreza, 2017)

TINDAK PIDANA PENCABULAN YANG DILAKUKAN OLEH USTAD TERHADAP ANAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR KOTA BANDA ACEH) (Muhammad Alfian, 2017)

  Kembali ke sebelumnya

Copyright © 2015 Perpustakaan Unsyiah. Dikembangkan dengan menggunakan SLiMS.